altcoin turun ketika pasar kripto reli

38 Persen Altcoin Dekati Harga Terendah, Lebih Parah dari Crash FTX

Pasar altcoin saat ini sedang mengalami tekanan besar. Sentimen investor terhadap aset kripto berisiko terus menurun, sementara harga banyak altcoin belum mampu pulih sejak kejatuhan pasar kripto pada Oktober 2025.

Menurut analis CryptoQuant, Darkfost, sekitar 38 persen altcoin saat ini diperdagangkan mendekati harga terendah sepanjang masa atau all-time low (ATL). Kondisi ini bahkan dinilai lebih buruk dibandingkan periode setelah runtuhnya exchange kripto FTX pada 2022.

Persentase altcoin dekati ATL. Sumber: CryptoQuant/X

Baca juga: Analis Sebut Ethereum Terancam Turun ke US$1.500, Karena Faktor Ini!

Kondisi Pasar Altcoin Semakin Tidak Menguntungkan

Darkfost menjelaskan bahwa situasi pasar saat ini tidak mendukung aset berisiko seperti altcoin. Ketika investor memilih sikap lebih berhati-hati atau risk-off, pasar kripto biasanya menjadi salah satu sektor pertama yang merasakan dampaknya.

Sebagai perbandingan, pada April 2025 sekitar 35 persen altcoin berada di dekat harga terendahnya. Sementara setelah krisis FTX pada akhir 2022, angka tersebut sempat mencapai 37,8 persen.

Kini, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 38 persen, yang menunjukkan tekanan di pasar altcoin semakin besar.

Data tersebut juga menandakan minat investor terhadap altcoin masih melemah. Banyak pelaku pasar memilih menahan investasi atau mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih stabil.

Baca juga: Indeks Kripto Kembali Anjlok, Bitcoin Terseret ke US$64.000 di Tengah Tekanan Global

Token Besar Kian Dekati Rekor Terendah

Sejumlah altcoin besar juga diperdagangkan tidak jauh dari harga terendahnya. Misalnya, Cardano (ADA) saat ini berada di kisaran US$0,27, hanya sekitar US$0,10 di atas ATL-nya di US$0,17.

Polkadot (DOT) sempat menyentuh ATL di US$1,13 pada Februari, namun kini telah naik sekitar 33 persen dari level tersebut. Sementara itu, Polygon (POL) diperdagangkan di kisaran US$0,10, hanya sekitar US$0,02 di atas ATL-nya di US$0,08.

Kondisi ini menunjukkan bahwa banyak altcoin masih kesulitan memulihkan harga, meskipun pasar kripto secara keseluruhan telah mengalami beberapa fase pemulihan.

Baca juga: Indeks Kripto Terjun Bebas, Sentuh Titik Terendah Sejak 2019

Aktivitas Altcoin di Media Sosial Menurun

Menurunnya minat terhadap altcoin juga tercermin dari aktivitas di media sosial.

Platform analisis sentimen kripto Santiment mencatat bahwa pembicaraan mengenai altcoin di media sosial telah turun ke level terendah dalam dua tahun terakhir.

Selain itu, data Google Trends menunjukkan bahwa pencarian global untuk kata kunci “altcoins” turun hingga skor 4 dari 100, yang menjadi level terendah dalam satu tahun terakhir.

Hal ini mengindikasikan bahwa perhatian investor saat ini lebih banyak tertuju pada aset kripto utama seperti Bitcoin.

Baca juga: Sejauh Mana Bitcoin Bisa Turun? Analis Sebut Bottom Berada di US$55.000

Likuiditas Beralih ke Pasar Tradisional

Darkfost juga menyoroti bahwa likuiditas di pasar altcoin mulai berkurang karena dana investor beralih ke instrumen lain, seperti saham dan komoditas.

Volume perdagangan kripto sempat melonjak hingga lebih dari US$417 miliar pada 10 Oktober 2025, tepat ketika terjadi crash besar di pasar kripto. Namun setelah itu, aktivitas perdagangan mulai menurun.

Sebagai perbandingan, volume perdagangan harian kripto pada Februari hingga Maret 2026 hanya berkisar antara US$49,4 miliar hingga US$268 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan saat puncak volatilitas pasar.

Selain itu, indikator Total3, yang melacak kapitalisasi pasar seluruh kripto kecuali Bitcoin dan Ethereum, juga telah kembali ke level November 2024. Hal ini menunjukkan penurunan signifikan di sektor altcoin.

Baca juga: Bitcoin Ungguli Emas dan Minyak di Tengah Perang AS–Iran

Mengapa Altcoin Terus Tertekan?

Mengutip Cointelegraph, Jimmy Xue, Co-Founder platform likuiditas Axis, menjelaskan bahwa altcoin saat ini mengalami fenomena yang disebut liquidity drain atau pengurasan likuiditas.

Dalam kondisi tersebut, perubahan sentimen pasar yang kecil saja dapat memicu penjualan besar-besaran atau sell-off.

Menurut Xue, hal ini terjadi karena sebagian besar altcoin tidak memiliki dukungan institusional yang kuat, berbeda dengan Bitcoin yang sering dianggap sebagai “emas digital” oleh investor.

Selain itu, beberapa analis juga menilai bahwa jumlah proyek kripto yang terlalu banyak turut menjadi penyebab melemahnya pasar altcoin.

Saat ini terdapat lebih dari 36,8 juta token kripto yang terdaftar di CoinMarketCap, sehingga modal investor harus terbagi ke sangat banyak proyek.

Peluncuran Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin juga turut mengubah dinamika pasar. Sebagian likuiditas kini mengalir ke produk investasi tradisional berbasis Bitcoin tersebut, sehingga mengurangi dana yang masuk ke altcoin.

Baca juga: Bitcoin Kembali Sentuh US$74.000, Ini Pendorongnya