Michael Saylor memberi sinyal bahwa perusahaannya, Strategy (sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy), bersiap melakukan pembelian Bitcoin ke-100 sejak mulai mengakumulasi aset tersebut pada 2020.
Sinyal ini muncul lewat unggahan Saylor di platform X pada Minggu (23/2/2026), yang membagikan tangkapan layar grafik dari StrategyTracker dengan keterangan “The Orange Century”. Frasa ini sering ia gunakan sebagai kode akan adanya pembelian Bitcoin baru.
Berdasarkan data di situs resmi perusahaan, hingga saat ini Strategy telah melakukan 99 kali pembelian Bitcoin sejak Agustus 2020. Artinya, transaksi berikutnya akan menjadi pembelian ke-100 dalam perjalanan investasi Bitcoin perusahaan tersebut.
Saat ini, Strategy memegang 717.131 BTC dengan harga rata-rata pembelian sekitar US$76.027 per koin. Pembelian terbarunya dilakukan pada periode 9–16 Februari 2026, ketika perusahaan membeli 2.486 BTC senilai sekitar US$168,4 juta atau setara Rp2,8 triliun. Harga rata-rata pembelian saat itu berada di level US$67.710 per Bitcoin.
Namun, dengan harga Bitcoin yang berada di kisaran US$64.800 atau sekitar Rp1,04 miliar saat artikel ini ditulis, nilai kepemilikan tersebut berada di bawah harga rata-rata akumulasi. Secara sederhana, ini berarti posisi pembelian rata-rata perusahaan sedang mengalami tekanan karena harga pasar lebih rendah dari harga beli rata-rata.
Baca juga: Strategy Borong Bitcoin Rp2,8 Triliun, Total Kepemilikan Tembus 717.131 BTC
Akumulasi Berlanjut di Tengah Tekanan Pasar
Meski pasar aset kripto sepanjang 2026 menghadapi tekanan, Strategy tidak menunjukkan tanda melambat. Perusahaan tercatat membeli Bitcoin selama 12 pekan berturut-turut. Jika kembali melakukan pembelian pekan ini, maka jumlahnya akan bertambah menjadi 13 pekan beruntun.
Langkah Strategy masuk ke Bitcoin diprakarsai langsung oleh Saylor pada Agustus 2020, ketika perusahaan mengalokasikan sekitar US$250 juta atau sekitar Rp4 triliun untuk pembelian perdana. Saat itu, Bitcoin dipilih sebagai lindung nilai terhadap inflasi sekaligus sebagai penyimpan nilai untuk melindungi kas perusahaan. Strategi ini juga bertujuan menjaga dan meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dalam jangka panjang.
Hampir enam tahun sejak pembelian pertama, Strategy kini menjadi perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia. Strategi ini kemudian menginspirasi banyak perusahaan lain untuk mengikuti pendekatan serupa dan menjadikan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan perusahaan.
Baca juga: Indeks Kripto Kembali Anjlok, Bitcoin Terseret ke US$64.000 di Tengah Tekanan Global
