hack

Iklan Palsu Uniswap di Google Kuras Habis Tabungan Hidup Trader Kripto Ini

Seorang trader kripto dilaporkan kehilangan seluruh aset digitalnya setelah terjebak iklan phishing yang mengatasnamakan Uniswap dan muncul di posisi teratas hasil pencarian Google. Korban yang dikenal dengan nama akun “Ika” mengaku seluruh isi wallet-nya yang bernilai ratusan ribu dolar AS atau miliaran rupiah terkuras hanya dalam satu transaksi.

Dalam unggahan di platform X berjudul “I lost everything, what’s next?” pada Kamis (19/2/2026), Ika menjelaskan bahwa aset kriptonya di kisaran enam digit dolar AS lenyap setelah ia mencari kata “Uniswap” di Google dan mengklik tautan iklan teratas yang tampak seperti situs resmi.

“Enam digit. Hilang. Tautan drain dari AngelFerno yang terkenal itu. Tidak menyangka ini akan berakhir seperti ini. Masa muda. Hubungan. Jalur karier yang saya tolak. Ini bukan sekadar kehilangan uang, tapi kehilangan kesempatan hidup,” tulisnya.

Ia mengaku telah membangun portofolionya selama dua tahun menggunakan dua perangkat keras Ledger. Namun dalam satu klik, seluruh dana tersebut hilang. Ika menyebut kejadian ini bukan semata-mata kesialan, melainkan akibat kelalaiannya sendiri karena sedang lelah dan melewatkan prosedur keamanan yang biasanya ia lakukan.

Baca juga: Kripto Jadi Alat Bayar Jaringan Perdagangan Manusia di Asia Tenggara

Modus Iklan Palsu di Google

Skema yang digunakan terbilang sederhana, tetapi efektif. Setelah mengklik iklan berbayar yang muncul di bagian paling atas Google, Ika diarahkan ke situs tiruan yang tampilannya hampir identik dengan Uniswap asli. Tanpa menyadari perbedaannya, ia menghubungkan wallet dan menyetujui transaksi yang ternyata berbahaya.

Persetujuan tersebut memberi izin kepada pelaku untuk menguras seluruh dana menggunakan alat bernama AngelFerno, sebuah skrip penguras wallet berbasis scam-as-a-service. Tool ini sebelumnya juga dikaitkan dengan serangan yang meniru antarmuka situs OpenEden dan Curvance, dan beberapa domainnya telah masuk daftar blokir phishing di GitHub.

Meski kehilangan seluruh portofolionya, ia menyatakan tidak akan meninggalkan industri kripto dan berencana membangun kembali dari awal. Komunitas kripto pun memberikan dukungan moral melalui berbagai komentar dan pesan pribadi.

“Apa selanjutnya? Dalam kasus saya, setiap aktivitas onchain tambahan saat ini mungkin hanya akan menghabiskan sisa beberapa dolar yang saya miliki. Jadi saya menundanya. Memulai lagi dari nol,” pungkas Ika.

Baca juga: Hacker Kembalikan Bitcoin Bernilai Rp360 Miliar yang Dicuri dari Pemerintah Korea Selatan

Pendiri Uniswap Buka Suara

Pendiri Uniswap, Hayden Adams, turut menanggapi maraknya iklan penipuan tersebut. Dalam unggahannya di X, Adams menegaskan bahwa praktik ini terus berulang meskipun telah dilaporkan selama bertahun-tahun.

“Iklan penipuan terus kembali meskipun sudah bertahun-tahun dilaporkan,” ujarnya. Ia bahkan menyebut ekosistem situs palsu yang mengandalkan iklan berbayar untuk menjebak investor sebagai “ad economy” dan menilai sistem tersebut perlu dihentikan.

Menurut Adams, pelaku secara aktif membeli Google Ads dengan menargetkan kata kunci seperti “Uniswap”. Akibatnya, ketika pengguna mencari platform tersebut, hasil teratas justru merupakan tautan berbayar yang terlihat resmi. Pengguna yang kurang teliti kemudian menghubungkan wallet dan menyetujui transaksi tanpa menyadari risikonya.

Peneliti keamanan seperti Chainalysis telah lama menandai iklan phishing Google sebagai salah satu vektor serangan utama di industri aset kripto. Pada Juli 2025, seorang pengguna DeFi dilaporkan kehilangan US$1,2 juta atau sekitar Rp20,4 miliar melalui skema Uniswap palsu yang hampir identik.

Detektif onchain ZachXBT bahkan mendesak adanya konsekuensi serius terhadap Google karena dinilai gagal mencegah beredarnya iklan phishing yang terus berulang.

Baca juga: AI Agent Buatan Developer OpenAI Tak Sengaja Transfer Memecoin Senilai Rp4 M ke Pengguna X