bitcoin

AS Pindahkan Bitcoin Senilai Rp389 Juta dari Wallet Sitaan

Pemerintah Amerika Serikat kembali memindahkan aset Bitcoin yang sebelumnya disita dari aktivitas kriminal. Berdasarkan data blockchain, sekitar 0,3346 Bitcoin dengan nilai kurang lebih US$23.000 atau sekitar Rp389 juta telah dipindahkan dari sebuah wallet yang diberi label terkait penyitaan terhadap individu bernama Miguel Villanueva.

Pergerakan dana ini pertama kali terdeteksi pada Selasa (3/3/2026) melalui platform analitik blockchain Arkham Intelligence. Data tersebut menunjukkan bahwa Bitcoin dipindahkan dari alamat yang diberi label “U.S. Government: Miguel Villanueva Seized Funds (bc1qw)”.

Riwayat transaksi pemindahan Bitcoin terbesar dari alamat pemerintah AS. Sumber: Arkham Intelligence

Tiga transaksi terpisah tercatat dilakukan dari alamat tersebut, masing-masing sebesar sekitar 0,0378 BTC, 0,24 BTC, dan 0,0568 BTC. Jika dijumlahkan, totalnya mencapai sekitar 0,3346 BTC yang pada harga Bitcoin saat ini bernilai sekitar US$23.000 atau sekitar Rp370 juta.

Setelah ketiga transaksi tersebut dilakukan, wallet yang terkait dengan dana sitaan Villanueva tersebut tercatat telah kosong sepenuhnya.

Baca juga: Konflik AS-Iran Memanas, Begini Dampaknya ke Harga Bitcoin

Dana Dipindahkan ke Alamat Baru

Data on-chain menunjukkan bahwa Bitcoin tersebut dikirim ke tiga alamat berbeda yang sebelumnya tidak memiliki riwayat aktivitas. Pola ini biasanya dilakukan untuk memindahkan atau mengelola aset secara terpisah setelah transaksi utama terjadi.

Meski alamat tersebut telah diidentifikasi oleh pelacak blockchain publik sebagai bagian dari aset sitaan terkait Miguel Villanueva, hingga saat ini belum ditemukan dokumen pengadilan publik yang menjelaskan secara rinci kasus penyitaan tersebut.

Namun demikian, penandaan alamat oleh platform analitik kripto sering digunakan untuk mengidentifikasi aset yang terkait dengan penegakan hukum, penyitaan aset, maupun aktivitas pemerintah.

Baca juga: Strategy Tambah 3.000 Bitcoin Bernilai Rp3,3 Triliun

Kebijakan Cadangan Bitcoin Strategis AS

Pergerakan Bitcoin dari wallet sitaan ini terjadi di tengah kebijakan baru pemerintah Amerika Serikat terkait pengelolaan aset kripto yang disita.

Pada Januari lalu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa pemerintah akan menghentikan praktik penjualan Bitcoin hasil penyitaan. Sebaliknya, aset tersebut akan dimasukkan ke dalam cadangan aset digital strategis negara di bawah kebijakan yang diperkenalkan oleh Presiden Donald Trump.

Kebijakan ini menandai perubahan pendekatan pemerintah terhadap Bitcoin, dari sebelumnya menjual aset sitaan melalui lelang menjadi menyimpannya sebagai bagian dari cadangan nasional.

Saat ini, pemerintah Amerika Serikat diketahui memegang sekitar 328.000 Bitcoin. Dengan harga pasar saat ini, nilai kepemilikan tersebut diperkirakan mencapai lebih dari US$22 miliar atau sekitar Rp354 triliun.

Jumlah tersebut menjadikan pemerintah AS sebagai salah satu pemegang Bitcoin terbesar di dunia, bahkan melampaui banyak perusahaan dan institusi investasi besar.

Langkah pemerintah dalam mempertahankan Bitcoin sitaan sebagai cadangan strategis juga semakin memperkuat posisi aset kripto ini dalam lanskap keuangan global.

Baca juga: Bitcoin Bergerak Naik Usai Kabar Tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran