Arus keluar aset kripto dari Iran melonjak drastis hanya beberapa menit setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel menghantam Teheran pada akhir pekan. Firma analitik blockchain Elliptic mencatat lonjakan transaksi keluar hingga 700 persen dari exchange kripto terbesar Iran, Nobitex, tak lama setelah serangan dimulai.
Dalam laporan yang dirilis Senin (2/3/2026), Elliptic menyebut peningkatan volume transaksi terjadi hampir seketika. Penelusuran awal di blockchain menunjukkan dana tersebut mengalir ke sejumlah exchange luar negeri yang selama ini menerima arus masuk signifikan dari Iran.
Co-founder sekaligus Chief Scientist Elliptic, Tom Robinson, menyatakan pergerakan dana ini berpotensi mencerminkan pelarian modal yang dilakukan melalui jalur aset kripto, sehingga dapat melewati sistem perbankan tradisional.
Serangan udara terkoordinasi tersebut dilaporkan menargetkan sejumlah titik strategis di Iran dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Eskalasi ini memperluas ketegangan di Timur Tengah dan langsung memicu gejolak di pasar global. Kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak melalui Selat Hormuz mendorong harga minyak mentah melonjak, sementara pasar saham terkoreksi dan aset lindung nilai diburu investor.
Baca juga: Konflik AS-Iran Memanas, Begini Dampaknya ke Harga Bitcoin
Nobitex Jadi Pusat Ekosistem Kripto Iran
Nobitex memiliki peran penting dalam ekosistem aset kripto Iran. Platform ini memungkinkan pengguna menukar rial Iran menjadi aset kripto dan menariknya ke wallet eksternal, sehingga membuka akses ke sistem keuangan global di luar jalur perbankan konvensional.
Sepanjang 2025, Nobitex memproses transaksi senilai US$7,2 miliar. Exchange tersebut juga mengklaim memiliki lebih dari 11 juta pengguna, menjadikannya salah satu pilar utama aktivitas kripto di negara tersebut.
Elliptic sebelumnya pernah mengaitkan Nobitex dengan aktivitas keuangan yang berhubungan dengan IRGC. Pada Januari, lembaga itu juga melaporkan indikasi bahwa bank sentral Iran diduga memanfaatkan Nobitex untuk membantu menopang nilai rial yang tertekan.
Baca juga: Exchange Iran Nobitex Dibobol Hacker Pro Israel, Rp1,4 Triliun Kripto Dicuri
Kripto sebagai Jalur Alternatif di Tengah Sanksi
Penggunaan aset kripto di Iran telah lama dikaitkan dengan upaya lindung nilai terhadap pelemahan mata uang domestik serta sebagai alternatif untuk mengurangi dampak sanksi internasional. Otoritas AS sebelumnya juga menyelidiki apakah platform aset digital digunakan oleh aktor yang terafiliasi dengan negara untuk memindahkan dana dan memperoleh mata uang keras di luar sistem perbankan tradisional.
Elliptic mencatat lonjakan arus keluar serupa pada 9 Januari 2026, setelah demonstrasi besar-besaran yang diikuti pemadaman internet nasional. Dua lonjakan lainnya terjadi bertepatan dengan pengumuman sanksi baru dari AS terhadap entitas Iran, memperkuat dugaan bahwa aset kripto dimanfaatkan untuk meredam dampak pembatasan tersebut.
Baca juga: Serangan Israel ke Iran Picu Likuidasi Kripto Rp19 Triliun
