Miner Bitcoin Texas

Miner Bitcoin Terbesar Pertimbangkan Jual Cadangan Bitcoin

Perusahaan mining Bitcoin MARA Holdings memperbarui kebijakan pengelolaan cadangan Bitcoin dan membuka kemungkinan penjualan sebagian aset BTC mulai 2026. Perubahan ini diungkap melalui laporan 10-K yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) pada Senin (2/3/2026).

Dalam dokumen tersebut, perusahaan menyatakan bahwa Bitcoin yang tersimpan di neraca perusahaan tidak lagi hanya akan dipertahankan sebagai investasi jangka panjang. MARA kini memiliki fleksibilitas untuk membeli atau menjual Bitcoin tergantung kondisi pasar serta kebutuhan alokasi modal perusahaan.

Baca juga: Beralih ke AI, Miner Bitcoin AS Siap Jual Hampir Seluruh BTC Miliknya

MARA Ubah Strategi Cadangan Bitcoin di Treasury

Saat ini MARA memegang sekitar 53.822 BTC, menjadikannya perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar kedua di dunia setelah Strategy, menurut data BitcoinTreasuries.

Sebelumnya, strategi utama perusahaan adalah menyimpan Bitcoin hasil mining sebagai cadangan jangka panjang. Namun, kebijakan baru ini memperluas opsi pengelolaan aset, sehingga Bitcoin yang sudah berada dalam cadangan juga dapat dijual jika diperlukan.

Pada paruh kedua 2025, MARA sebenarnya sudah mulai mengizinkan penjualan Bitcoin yang baru ditambang. Pembaruan kebijakan tahun ini memperluas fleksibilitas tersebut hingga mencakup Bitcoin yang telah lama disimpan dalam treasury.

Program pengelolaan aset digital perusahaan mencakup berbagai aktivitas, termasuk penyimpanan cadangan, peminjaman Bitcoin, perdagangan, serta pinjaman dengan jaminan kripto.

Per 31 Desember 2025, sekitar 28% dari total kepemilikan Bitcoin MARA digunakan dalam skema tersebut. Dari jumlah itu, sekitar 9.377 BTC dipinjamkan kepada pihak lain, sementara 5.938 BTC dijadikan jaminan untuk fasilitas kredit.

Baca juga: Modal Rp1 Juta, Solo Miner Bitcoin Ini Raih Imbalan Blok Rp3 Miliar

Pendapatan Lending Tak Cukup Tutupi Penurunan Nilai Bitcoin

Sepanjang 2025, MARA memperoleh sekitar US$32,1 juta atau sekitar Rp497,5 miliar dari bunga hasil peminjaman Bitcoin. Namun setelah memperhitungkan penurunan harga Bitcoin selama periode tersebut, segmen lending justru mencatat kerugian total sekitar US$86,3 juta.

Perusahaan juga menjalankan strategi perdagangan terstruktur. Pada kuartal kedua 2025, MARA menempatkan 2.000 BTC dalam akun yang dikelola secara terpisah oleh Two Prime untuk menjalankan strategi perdagangan dan lindung nilai.

Strategi tersebut menghasilkan kerugian perdagangan bersih sekitar US$22,1 juta. Program tersebut kemudian dihentikan pada Desember setelah MARA menarik kembali sekitar 1.777 BTC.

Secara keseluruhan, segmen perdagangan mencatat kerugian sekitar US$69,1 juta sepanjang 2025 setelah memperhitungkan penyesuaian nilai wajar.

Di sisi lain, perusahaan juga mencatat penurunan nilai wajar kepemilikan Bitcoin sebesar US$301,2 juta pada akhir tahun. Secara total, nilai wajar cadangan Bitcoin MARA turun sekitar US$422,2 juta sepanjang 2025.

Baca juga: Miner Bitcoin Ini Pindahkan 1.318 BTC Bernilai Rp1,5 Triliun di Tengah Tekanan Harga

Produksi Bitcoin Turun, Utang Bertambah

Produksi Bitcoin MARA pada 2025 tercatat sebanyak 8.799 BTC, turun dibandingkan 9.430 BTC pada 2024. Penurunan produksi ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya eksposur perusahaan terhadap volatilitas harga Bitcoin di neraca keuangan.

Di sisi lain, perusahaan juga meningkatkan penggunaan Bitcoin sebagai jaminan pinjaman. Hingga akhir 2025, MARA menjaminkan sekitar 5.938 BTC untuk memperoleh fasilitas kredit senilai US$350 juta atau sekitar Rp5,4 triliun.

Dengan harga Bitcoin di atas US$87.000 pada akhir tahun, nilai jaminan tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$519,6 juta.

Sementara itu, saham MARA ditutup di level US$8,66, turun sekitar 8,36% atau US$0,79 dalam perdagangan terbaru. Setelah penutupan pasar, harga saham sempat bergerak naik tipis ke US$8,73 pada sesi after-hours. Dalam satu tahun terakhir, saham MARA bergerak di kisaran US$6,66 hingga US$23,45, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$3,57 miliar.

Grafik harga saham MARA. Sumber: Yahoo Finance

Baca juga: Pengamat: Mining Kripto di Indonesia Legal, Selama Sesuai Aturan