BNB Chain (BSC) mencatat pertumbuhan stablecoin tercepat di antara jaringan utama dalam setahun terakhir. Berdasarkan riset CoinDesk bertajuk Digital Assets 2026: Above the Noise, kapitalisasi stablecoin di jaringan ini melonjak 133 persen secara tahunan, melampaui Ethereum, Solana, TRON, hingga jaringan baru seperti Hyperliquid dan Base.
Menurut data CoinDesk, BNB Chain tampil sebagai jaringan dengan laju ekspansi paling agresif. Pertumbuhan ini mencerminkan pergeseran aktivitas ke blockchain yang menawarkan biaya transaksi lebih rendah dan kecepatan penyelesaian lebih tinggi, dua faktor yang semakin krusial dalam lanskap multi-chain saat ini.

Kinerja tersebut tidak hanya terlihat dari sisi kapitalisasi. Sepanjang 2025, volume perdagangan tahunan DEX di BNB Chain meningkat lebih dari 100 persen. Pada puncaknya di Juli 2025, jaringan ini bahkan sempat melampaui Solana dan Ethereum dalam volume harian, dengan pangsa pasar mendekati 30 persen dari total volume DEX global.

Dari sisi pengguna, aktivitas on-chain BNB Chain juga menunjukkan ekspansi signifikan dengan sekitar 1,9 juta alamat aktif harian.
Menariknya, meskipun pangsa pasokan stablecoin di BNB Chain hanya sekitar 5 persen dari total global, jaringan ini menjadi salah satu yang paling aktif digunakan, dengan sekitar 14 juta alamat aktif bulanan yang berinteraksi dengan stablecoin.
Baca juga: Binance Kuasai 65 Persen Cadangan Stablecoin Global
Pasar Stablecoin Tumbuh Lebih Dalam dan Lebih Matang
Pertumbuhan BNB Chain tersebut terjadi dalam konteks pasar stablecoin global yang jauh lebih matang dibandingkan siklus sebelumnya.
Kapitalisasi pasar stablecoin kini telah melampaui US$300 miliar atau sekitar Rp4.800 triliun, meningkat sekitar enam kali lipat dari posisi di bawah US$50 miliar pada awal 2020.
Stablecoin kini berfungsi sebagai pintu likuiditas utama ke ekosistem aset kripto, baik bagi investor ritel maupun institusional. Tidak lagi sekadar alat parkir dana saat volatilitas tinggi, stablecoin telah menjadi lapisan penyelesaian transaksi yang semakin struktural dalam ekosistem keuangan digital.
Baca juga: Meta Targetkan Integrasi Stablecoin Tahun Ini
Volume Transaksi Menguat di Tengah Sentimen Lemah
Dari sisi volume, kedewasaan pasar juga terlihat jelas. Pada puncaknya di awal 2025, volume mingguan stablecoin mencapai sekitar US$160 miliar atau sekitar Rp2.560 triliun, hampir dua kali lipat dibandingkan puncak sekitar US$80 miliar pada bull market 2021.
Bahkan di luar periode euforia, rata-rata volume mingguan saat ini bertahan di kisaran US$60 miliar, dibandingkan sekitar US$30 miliar pada siklus sebelumnya.
Artinya, likuiditas dasar pasar kini berada pada level yang jauh lebih tinggi meskipun sentimen harga sedang melemah. Di tengah koreksi Bitcoin yang signifikan dan arus dana yang lebih selektif, fondasi likuiditas serta aktivitas on-chain justru menunjukkan ketahanan.
Baca juga: Negara Ini Bakal Wajibkan Influencer Kripto Ungkap Aset dan Bayaran Promosi
