Metaplanet, perusahaan pengelola cadangan Bitcoin terbesar di Jepang, kembali menambah eksposur ke Bitcoin setelah berhasil menghimpun pendanaan sebesar US$137 juta atau sekitar Rp2,30 triliun. Dana tersebut akan digunakan sepenuhnya untuk membeli Bitcoin tambahan, di tengah upaya perusahaan memulihkan kinerja sahamnya yang sempat tertekan sepanjang 2025.
Menurut keterangan resmi pada Kamis (29/1/2026), Metaplanet mengonfirmasi telah menerbitkan 24.529.000 saham baru beserta waran berdurasi satu tahun melalui skema third-party allotment kepada investor luar negeri. Skema ini dipilih untuk mendistribusikan dampak dilusi saham secara bertahap, dengan harga eksekusi waran ditetapkan di atas harga pasar saat ini.
Manajemen Metaplanet menyatakan bahwa meskipun aksi pendanaan ini berpotensi menyebabkan dilusi saham, alokasi dana yang difokuskan pada akumulasi Bitcoin diharapkan dapat meningkatkan jumlah kepemilikan BTC per saham. Perusahaan memiliki waktu satu tahun, terhitung mulai 16 Februari 2026, untuk merealisasikan penggunaan dana tersebut.
Baca juga: Strategy Michael Saylor Borong 2.932 Bitcoin Bernilai Rp4,4 Triliun
Strategi Agresif Pembelian Bitcoin
Langkah agresif ini diambil di tengah tekanan berat terhadap saham Metaplanet sepanjang 2025. Harga saham perusahaan sempat menyentuh puncak US$15,35 pada Mei 2025, sebelum terus merosot hingga ke kisaran US$2,50 menjelang akhir tahun, atau turun lebih dari 80 persen.
Memasuki 2026, saham Metaplanet yang diperdagangkan dengan kode MTPLF di pasar OTCQX mulai menunjukkan pemulihan terbatas. Hingga saat artikel ini ditulis, saham MTPLF tercatat naik sekitar 7 persen sejak awal tahun dan diperdagangkan di level US$2,77.
Pada November 2025, Metaplanet juga sempat meminjam dana sebesar US$100 juta dengan jaminan kepemilikan Bitcoin untuk mendanai pembelian BTC tambahan. Saat ini, perusahaan tercatat menguasai sekitar 35.102 BTC dengan nilai hampir US$3 miliar atau setara Rp49 triliun, menjadikannya salah satu entitas cadangan Bitcoin terbesar di kawasan Asia.
Namun, tantangan Metaplanet tidak hanya datang dari volatilitas harga Bitcoin, tetapi juga dari meningkatnya jumlah perusahaan publik dengan strategi cadangan Bitcoin serupa. Fenomena ini mengikuti jejak Strategy, pelopor model cadangan Bitcoin global yang kini menguasai hampir US$60 miliar BTC.
Hingga artikel ini ditulis, harga Bitcoin berada di kisaran US$81.000 setelah turun sekitar 8 persen dalam 24 jam terakhir, sekaligus menyentuh level terendah sejak April 2025. Tekanan harga ini terjadi di tengah ketidakpastian makroekonomi global dan meningkatnya tekanan di pasar aset berisiko.
Baca juga: Harga Bitcoin Jatuh ke US$81.000, Ada Apa?
