Binance, exchange kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan, kembali menegaskan posisinya sebagai pusat likuiditas utama di industri aset kripto. Data terbaru dari CryptoQuant menunjukkan bahwa total arus masuk aset kripto ke Binance telah mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, yakni US$1,17 triliun atau sekitar Rp19.527 triliun, naik 31% dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka tersebut berada di atas inflow yang tercatat di sejumlah exchange besar lain, termasuk Coinbase yang mencatat arus masuk sebesar US$946 miliar atau sekitar Rp15.778 triliun. Data ini mengindikasikan konsentrasi aliran modal yang cukup besar pada beberapa platform utama, seiring meningkatnya partisipasi pasar kripto secara global.
Dengan jumlah pengguna yang dilaporkan telah melampaui 300 juta akun secara global, data ini turut menggambarkan meningkatnya skala adopsi serta intensitas aktivitas perdagangan di ekosistem aset kripto.
Baca juga: Binance Tembus 300 Juta Pengguna Global, Ini Rahasianya
Volume Perdagangan Perpetual Futures Tunjukkan Aktivitas Tinggi
Di segmen derivatif, CryptoQuant mencatat volume perdagangan perpetual futures di Binance mencapai US$24,6 triliun atau sekitar Rp410.205 triliun. Angka ini meningkat dari US$21,2 triliun pada tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, OKX mencatat volume perdagangan perpetual futures sebesar US$10,9 triliun atau sekitar Rp181.758 triliun pada periode yang sama.

Selain dari sisi nilai transaksi, jumlah perdagangan perpetual juga mengalami pertumbuhan signifikan. Total transaksi tercatat mencapai 49,6 miliar kali, meningkat 33% secara tahunan dan hampir tiga kali lipat dibandingkan level tahun 2022. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya intensitas aktivitas perdagangan derivatif di pasar kripto.
Baca juga: Binance Salurkan Bantuan Rp4 Miliar untuk Korban Bencana Sumatra
Dominasi Pasar Spot Kripto Global
Di pasar spot, volume perdagangan yang tercatat di Binance mencapai US$6,82 triliun atau sekitar Rp113.743 triliun. Angka ini berada di atas volume spot sejumlah exchange besar lainnya, seperti Bybit yang mencatat sekitar US$1,4 triliun atau Rp23.345 triliun. Jumlah transaksi spot juga meningkat menjadi 24,1 miliar kali, naik 4% dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara lebih luas, data CryptoQuant menunjukkan tren peningkatan aktivitas perdagangan dan arus modal di pasar kripto. Konsentrasi likuiditas pada exchange besar berpotensi memengaruhi dinamika pasar, termasuk efisiensi harga serta proses price discovery di tingkat global.
Baca juga: 5 Holder Kripto Terkaya di Dunia 2025
