Dokumen Jeffrey Epstein yang baru dibuka ke publik pada 30 Januari mengungkap sisi lain dari keterlibatan mantan finansier tersebut di dunia keuangan dan teknologi, termasuk hubungannya dengan sejumlah tokoh penting dalam ekosistem Bitcoin dan aset kripto pada fase awal perkembangannya.
Berkas yang dikenal sebagai Epstein Files memperlihatkan korespondensi email, diskusi ideologis, hingga keterlibatan investasi Epstein dengan pendiri, investor, serta proyek infrastruktur Bitcoin.
Baca juga: 7 Tokoh Kripto Terkaya di Dunia
Siapa Jeffrey Epstein?
Jeffrey Epstein adalah mantan manajer keuangan asal Amerika Serikat yang dikenal luas setelah terseret kasus kejahatan seksual dan perdagangan manusia. Ia pertama kali divonis bersalah pada 2008 atas kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, sebelum kembali ditangkap pada 2019 dengan dakwaan federal yang lebih luas.
Epstein dikenal memiliki jaringan sosial dan finansial yang luas, mencakup tokoh politik, pebisnis, akademisi, hingga elite teknologi global. Ia meninggal dunia pada Agustus 2019 di dalam tahanan federal, dengan penyebab kematian yang secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri, meski hingga kini masih memicu kontroversi publik.
Rilis dokumen terbaru oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat bertujuan membuka arsip korespondensi dan catatan internal Epstein, tanpa menyiratkan kesalahan hukum baru bagi individu-individu yang namanya tercantum di dalamnya.
Minat Awal Epstein terhadap Bitcoin
Sejak awal 2010-an, Epstein tercatat aktif mengikuti perkembangan Bitcoin. Dalam sebuah email pada 2011, ia menyebut Bitcoin sebagai ide yang “brilian”, meskipun menilai teknologi tersebut memiliki sejumlah kelemahan dan risiko serius. Pada periode yang sama, volume transaksi Bitcoin secara global masih relatif kecil dan harganya baru mengalami siklus volatilitas awal.
Email tertanggal 12 Juni 2011, yang dikirim bertepatan dengan puncak harga Bitcoin pada tahun tersebut, memperlihatkan Epstein mendiskusikan potensi dan keterbatasan Bitcoin dengan sejumlah koleganya, termasuk Boris Nikolic, mantan penasihat teknologi Bill Gates. Dalam percakapan tersebut, Epstein juga menyinggung kasus Silk Road dan penangkapan Ross Ulbricht sebagai contoh risiko penggunaan Bitcoin yang tidak anonim secara sempurna.

Meski aktif berdiskusi dan mengikuti perkembangannya, Epstein menunjukkan sikap skeptis terhadap Bitcoin sebagai instrumen investasi. Dalam email singkat pada Agustus 2017, ketika harga Bitcoin berada di puncak siklus bullish, Epstein menjawab satu kata, “tidak”, saat ditanya apakah membeli Bitcoin merupakan keputusan yang tepat.

Baca juga: Analis Sebut Bitcoin Berisiko Uji Level US$56.000 di Tengah Lemahnya Sentimen
Ide Mata Uang Digital Serupa Bitcoin
Ketertarikan Epstein terhadap mata uang digital berlanjut hingga 2016. Dalam korespondensi email dengan penasihat kerajaan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, Epstein mengusulkan dua gagasan mata uang baru. Salah satunya adalah “Sharia Dollar”, sementara gagasan lainnya berupa mata uang digital yang terinspirasi Bitcoin namun dirancang agar sesuai dengan prinsip syariah.

Dalam email tersebut, Epstein mengklaim telah berbicara dengan beberapa pendiri Bitcoin yang disebutnya antusias terhadap ide tersebut. Pernyataan ini tidak disertai bukti lanjutan dan tidak pernah dikonfirmasi oleh pihak-pihak yang terlibat, namun tetap menjadi salah satu klaim paling mencolok dalam dokumen yang dirilis.
Dokumen tersebut menegaskan bahwa klaim tersebut muncul dalam konteks proposal konseptual, bukan proyek yang benar-benar terealisasi atau diadopsi secara luas.
Diskusi Ideologis dengan Peter Thiel
Pada Juli 2014, Epstein terlibat diskusi email dengan investor teknologi Peter Thiel mengenai identitas Bitcoin. Dalam korespondensinya, Epstein menyatakan bahwa tidak ada kesepakatan universal apakah Bitcoin seharusnya dipandang sebagai mata uang, penyimpan nilai, atau bentuk properti digital.

Percakapan ini menunjukkan bahwa Epstein memahami perdebatan filosofis di balik Bitcoin, bukan sekadar melihatnya sebagai instrumen finansial. Pihak Peter Thiel kemudian menegaskan bahwa meskipun terdapat korespondensi panjang, Thiel tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein.
Baca juga: 7 Prediksi Harga Bitcoin di 2026
Keterlibatan dalam Pendanaan Awal Blockstream
Salah satu temuan paling signifikan dalam Epstein Files adalah keterlibatan Epstein dalam pendanaan awal Blockstream pada 2014. Blockstream merupakan perusahaan infrastruktur Bitcoin yang berperan penting dalam pengembangan teknologi sidechain dan scaling jaringan Bitcoin.
Email internal menunjukkan Epstein berpartisipasi dalam putaran pendanaan awal senilai US$18 juta yang mengalami kelebihan permintaan. Investasi pribadinya, sekitar US$50.000, disalurkan melalui dana yang dikelola Joi Ito, mantan direktur MIT Media Lab.
CEO Blockstream, Adam Back, kemudian menegaskan bahwa hubungan tersebut terbatas pada investasi awal dan bahwa dana terkait telah sepenuhnya dilepas karena potensi konflik kepentingan. Blockstream menyatakan tidak memiliki hubungan finansial langsung maupun tidak langsung dengan Epstein atau aset peninggalannya saat ini.

Baca juga: 7 Prediksi Harga Bitcoin 2025 dari Para Analis dan Tokoh Industri Kripto Dunia
Akses terhadap Informasi Internal Industri Kripto
Dokumen juga memperlihatkan bahwa Epstein berada dalam lingkaran informasi internal industri kripto. Dalam email tahun 2014, salah satu pendiri Blockstream, Austin Hill, memperingatkan Epstein dan tokoh teknologi lain mengenai konflik internal di industri, termasuk ketegangan yang dipicu oleh peluncuran Stellar oleh Jed McCaleb.
Hal ini menunjukkan bahwa Epstein bukan hanya investor pasif, melainkan juga penerima informasi strategis terkait dinamika awal ekosistem blockchain.
Nama Michael Saylor dan Kevin Warsh Muncul dalam Arsip
Nama Michael Saylor, Chairman Strategy yang kini dikenal sebagai pendukung vokal Bitcoin, muncul dalam arsip melalui korespondensi pihak ketiga pada 2010, jauh sebelum Saylor dikenal publik sebagai figur kripto. Tidak ditemukan bukti komunikasi langsung antara Saylor dan Epstein terkait Bitcoin.
Selain itu, Kevin Warsh, mantan gubernur Federal Reserve dan kandidat Ketua The Fed, juga tercantum dalam daftar undangan acara Epstein pada 2010. Tidak ada indikasi keterlibatan Warsh dalam aktivitas ilegal, dan pencantuman namanya bersifat administratif.
Baca juga: Michael Saylor Beri Sinyal Borong Bitcoin usai Harga Turun ke US$77.000
Email Terkait Kontroversi Coinbase
Dokumen Epstein turut memuat email pada Maret 2019 yang menyoroti kontroversi akuisisi Neutrino oleh Coinbase. Email tersebut merujuk pada kritik dari CEO Kraken serta menyebut XRP di tengah meningkatnya sorotan terhadap tata kelola dan standar etika Coinbase.
Isi email bersifat informatif dan tidak menunjukkan keterlibatan Epstein dalam Coinbase, Ripple, maupun krisis yang terjadi. Pola ini konsisten dengan temuan lain, di mana Epstein kerap menerima ringkasan isu besar di sektor keuangan dan teknologi.
Tidak Ditemukan Bukti Penyalahgunaan Kripto
Departemen Kehakiman Amerika Serikat menegaskan bahwa tidak ditemukan wallet kripto, transaksi blockchain, atau indikasi penggunaan Bitcoin untuk pencucian uang atau kejahatan lain dalam arsip Epstein.
Meski bukan pelaku utama atau figur sentral dalam industri kripto, dokumen ini mengonfirmasi bahwa Epstein memiliki kedekatan dengan ekosistem Bitcoin awal melalui jejaring elite, diskusi ideologis, dan investasi skala terbatas. Temuan ini menjadi catatan penting dalam memahami bagaimana kekuatan finansial dan jaringan global turut hadir sejak fase awal perkembangan Bitcoin.
Baca juga: Bitcoin Jatuh ke US$75.000, Hapus Total Kenaikan Pasca Kemenangan Trump
