hack

Ratusan Wallet Kripto di Jaringan EVM Terkuras, Kerugian Tembus Rp1,8 Miliar

Ratusan wallet aset kripto dilaporkan terkuras secara bersamaan di berbagai jaringan berbasis Ethereum Virtual Machine (EVM). Temuan ini pertama kali diungkap oleh analis on-chain independen ZachXBT, yang menyebut bahwa serangan masih berlangsung dan penyebab utamanya belum berhasil diidentifikasi.

Melalui kanal Telegram pribadinya pada Jumat (2/1/2026), ZachXBT menjelaskan bahwa pelaku menyasar banyak wallet dengan nominal relatif kecil. Kerugian per korban umumnya berada di bawah US$2.000 atau sekitar Rp33,45 juta. Meski nilai kerugian per individu tergolong terbatas, akumulasi total dana yang hilang terus meningkat seiring bertambahnya jumlah korban.

Total dana yang terkuras dari wallet jaringan EVM. Sumber: ZachXBT

Hingga pembaruan terakhir, total dana yang berhasil disedot mencapai sekitar US$107.000 atau setara Rp1,8 miliar dan masih berpotensi bertambah. ZachXBT menegaskan bahwa titik awal peretasan atau entry point serangan belum diketahui, sehingga risiko eksploitasi lanjutan masih terbuka.

Identitas pelaku juga belum terungkap ke publik. Namun, ZachXBT menandai satu alamat yang dianggap mencurigakan, yakni 0xAc2e5153170278e24667a580baEa056ad8Bf9bFB, yang diduga berkaitan dengan aliran dana hasil pencurian tersebut.

Baca juga: 7 Peretasan Kripto Terbesar Sepanjang 2025

Lonjakan Kasus Keamanan di Industri Aset Kripto

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya kasus keamanan di industri aset kripto. Sepanjang Desember, tercatat sekitar 26 peretasan besar dengan total kerugian mencapai sekitar US$76 juta atau setara Rp1,27 triliun, berdasarkan data firma keamanan blockchain PeckShield. Meski masih signifikan, angka tersebut menunjukkan penurunan sekitar 60 persen dibandingkan November yang mencatat kerugian hingga US$194,27 juta atau sekitar Rp3,2 triliun.

Salah satu insiden menonjol pada Desember melibatkan Trust Wallet. Pada periode libur Natal, wallet tersebut mengalami masalah keamanan yang berkaitan dengan versi tertentu dari ekstensi peramban, dengan total kerugian diperkirakan mencapai US$7 juta atau sekitar Rp117 miliar. Trust Wallet saat ini telah memulai proses kompensasi bagi pengguna terdampak.

Menanggapi kekhawatiran pengguna, CEO Trust Wallet Eowyn Chen menyampaikan bahwa ekstensi peramban mereka sempat tidak tersedia di Chrome Web Store akibat kendala teknis dari sisi platform saat pembaruan versi. Versi terbaru kini telah dirilis dengan fitur tambahan yang memungkinkan pengajuan kode verifikasi langsung melalui ekstensi, guna mempermudah proses verifikasi kepemilikan wallet bagi pengguna yang mengajukan klaim penggantian.

Baca juga: Trust Wallet Salurkan Kompensasi Usai Peretasan Ekstensi Chrome Senilai Rp117 Miliar