Perilaku Investor Selama Ramadhan dan Idul Fitri

Ini Pergerakan Harga Bitcoin Saat Idulfitri dari Tahun ke Tahun

Harga Bitcoin terus menunjukkan pertumbuhan signifikan sejak pertama kali diperdagangkan secara publik. Jika melihat data dari tahun ke tahun, momen Idulfitri bisa menjadi acuan menarik untuk menilai perkembangan nilai aset kripto terbesar di dunia ini dalam jangka panjang.

Baca juga: Bitcoin Melonjak ke US$75.000, Didorong Faktor Ini

Performa Bitcoin Tiap Idulfitri

Berikut adalah data harga Bitcoin saat Hari Raya Idulfitri dari tahun 2010 hingga 2026:

  • 2010: US$0,06
  • 2011: US$3
  • 2012: US$5
  • 2013: US$100
  • 2014: US$450
  • 2015: US$280
  • 2016: US$660
  • 2017: US$2.550
  • 2018: US$6.650
  • 2019: US$7.400
  • 2020: US$8.700
  • 2021: US$45.400
  • 2022: US$38.000
  • 2023: US$27.100
  • 2024: US$67.500
  • 2025: US$84.100
  • 2026: US$75.000

Kenaikan harga Bitcoin dari US$0,06 pada 2010 menjadi sekitar US$75.000 pada 2026 mencerminkan pertumbuhan yang sangat besar dalam kurun waktu lebih dari satu dekade. Meski begitu, perjalanan tersebut tidak selalu mulus.

Data ini juga menunjukkan bahwa volatilitas masih menjadi karakter utama Bitcoin. Setelah mencapai puncaknya pada 2021, harga sempat terkoreksi cukup dalam pada 2022 dan 2023 sebelum kembali menguat di 2024 dan 2025. Pada 2026, harga Bitcoin terlihat mulai stabil di kisaran tinggi, meski belum kembali mencetak rekor baru.

Tren ini mencerminkan dinamika pasar aset kripto yang sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi makroekonomi global, kebijakan suku bunga, regulasi, hingga perkembangan teknologi blockchain.

Dalam jangka panjang, pola kenaikan yang terjadi di sekitar momen Idulfitri menunjukkan bahwa Bitcoin tetap menjadi aset yang menarik perhatian, terutama sebagai instrumen investasi alternatif. Namun, fluktuasi harga yang tinggi tetap menjadi risiko yang perlu diperhatikan.

Baca juga: Rutin Borong, Strategy Kini Punya 761.068 Bitcoin