OKX, salah satu exchange kripto terbesar di dunia, kembali menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan keamanan aset pengguna dengan merilis laporan Proof of Reserves (PoR) ke-39 secara berturut-turut.
Dalam laporan PoR edisi Januari 2026, OKX mencatat total aset utama lebih dari US$30,6 miliar atau setara sekitar Rp513 triliun. Seluruh aset pengguna diklaim didukung penuh melalui rasio 1:1, dengan tingkat cadangan yang secara konsisten berada di atas 100 persen. Laporan ini telah diverifikasi secara independen oleh Hackenclub dan dipublikasikan secara terbuka, sehingga dapat diakses serta diuji oleh publik.
Program Proof of Reserves OKX sendiri dirancang untuk memberikan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi kepada pengguna melalui mekanisme verifikasi independen atas aset yang disimpan di platform. OKX menjadi salah satu pelopor di industri aset kripto yang secara konsisten mempublikasikan laporan PoR bulanan yang dapat diverifikasi publik menggunakan teknologi Merkle Tree.
Baca juga: OKX Rilis Proof of Reserves Desember 2025, Pertahankan Rasio Cadangan di Atas 100 Persen
Pastikan Cadangan 100 Persen
Berdasarkan snapshot PoR ke-39, OKX melaporkan tingkat cadangan di atas 100 persen untuk empat aset kripto utama, yakni Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Tether (USDT), dan USD Coin (USDC).
Untuk Bitcoin, OKX mencatat rasio cadangan sebesar 105 persen, dengan total kepemilikan mencapai 126.770 BTC dibandingkan total aset BTC milik pengguna. Pada Ethereum, rasio cadangan juga berada di level 105 persen, dengan total kepemilikan sekitar 1,58 juta ETH.
Sementara untuk Tether, OKX melaporkan rasio cadangan sebesar 106 persen, dengan kepemilikan mencapai 10,38 miliar USDT. Adapun untuk USD Coin, rasio cadangan tercatat di level 100 persen, dengan total kepemilikan sekitar 1,44 miliar USDC.
Rangkaian publikasi PoR bulanan ini menegaskan bahwa OKX secara konsisten menjaga ketahanan platform melalui kebijakan cadangan yang dapat diverifikasi publik, serta pengelolaan aset pengguna yang disiplin dan terukur.
Baca juga: OKX Umumkan Upgrade Tokenomics OKB, Harga Meroket 160%
Verifikasi Berbasis zk-STARK
Sejalan dengan komitmen terhadap standar keamanan dan transparansi, laporan PoR ke-39 OKX tetap mengandalkan teknologi zk-STARK (Zero-Knowledge Scalable Transparent Argument of Knowledge). Teknologi ini memungkinkan pengguna memverifikasi bahwa aset mereka tercakup sepenuhnya dalam cadangan OKX, tanpa harus mengungkapkan data sensitif atau informasi pribadi.
Melalui pendekatan ini, OKX menegaskan bahwa transparansi dapat berjalan beriringan dengan perlindungan privasi, sekaligus memberikan ruang bagi pengguna untuk melakukan verifikasi cadangan secara mandiri.
“Kami membangun kepercayaan melalui cara yang paling sulit, melalui stabilitas, transparansi, dan disiplin. Proof of Reserves bukan sekadar laporan bulanan, tetapi bukti bahwa sistem yang kami bangun dapat diuji secara independen dan hasilnya dapat diakses publik. Dengan PoR ke-39, kami kembali menegaskan komitmen OKX untuk menjaga cadangan 100%+ secara konsisten, setiap bulan,” ujar Ferry, Growth Manager OKX Wallet.
Seiring industri aset digital memasuki fase yang semakin matang, OKX memandang transparansi sebagai fondasi utama dalam membangun ekosistem kripto yang berkelanjutan dan terpercaya. Dalam konteks ini, laporan PoR ke-39 tidak hanya menjadi laporan rutin, tetapi juga mencerminkan kesiapan platform dalam menghadapi era “Kinetic Finance”.
Era ini ditandai oleh integrasi yang semakin erat antara teknologi, likuiditas, dan kepercayaan sebagai standar baru dalam ekosistem keuangan digital.
PoR ke-39 juga melanjutkan konsistensi OKX setelah laporan PoR ke-38 sebelumnya, yang mencatat pertumbuhan kepemilikan aset pengguna pada BTC, ETH, dan USDT dalam snapshot Desember 2025.
Baca juga: 7 CEX Kripto Terbesar di Dunia
