gen z

Survei Ungkap Gen Z Ramai Beralih ke Kripto untuk Kejar Target Finansial

Survei terbaru terhadap 4.375 orang dewasa di Amerika Serikat menunjukkan bahwa minat terhadap aset kripto tidak hanya didorong oleh keinginan untuk cepat kaya. Banyak orang mulai beralih ke kripto karena investasi tradisional dinilai terlalu lambat untuk mencapai stabilitas finansial.

Survei Northwestern Mutual yang dilakukan oleh Harris Poll pada 5–21 Januari 2026 menemukan bahwa hampir sepertiga responden Gen Z berusia 18 hingga 29 tahun telah atau sedang mempertimbangkan menaruh dana di kripto, prediction markets, maupun taruhan olahraga.

Sekitar 80% Gen Z yang merasa kondisi keuangannya tertinggal menilai investasi spekulatif bisa menjadi cara lebih cepat untuk mencapai target keuangan. Di kalangan milenial dengan kondisi serupa, angkanya mencapai sekitar 75%.

Persentase generasi yang merasa kondisi keuangannya tertinggal dan menilai investasi spekulatif dapat membantu mencapai target finansial lebih cepat. Sumber: Northwestern Mutual

Data survei juga menunjukkan sekitar 32% Gen Z dan 35% milenial telah atau mempertimbangkan berinvestasi di kripto pada 2026.

Selain kripto, sekitar 32% Gen Z juga tertarik pada taruhan olahraga dan prediction markets. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding generasi yang lebih tua seperti Gen X maupun baby boomers.

Persentase generasi yang berinvestasi atau mempertimbangkan aset spekulatif pada 2026. Sumber: Northwestern Mutual

Baca juga: OJK: Gen Z Dominasi Investasi Kripto

Fenomena Financial Nihilism

Menurut Northwestern Mutual, tren ini berkaitan dengan munculnya fenomena yang disebut financial nihilism.

Istilah ini menggambarkan kondisi ketika sebagian orang mulai merasa jalur konvensional untuk membangun kekayaan tidak lagi cukup efektif.

Akibatnya, sebagian investor muda mulai mengambil risiko lebih besar dengan masuk ke instrumen spekulatif seperti kripto, saham meme, opsi, hingga prediction markets.

Baca juga: Gen Z Amerika Ingin Kripto sebagai Hadiah Natal

Tekanan Ekonomi Jadi Pemicu

Kondisi ekonomi juga menjadi salah satu faktor yang membuat banyak generasi muda di AS merasa kondisi keuangannya tertinggal dibanding generasi sebelumnya.

Beberapa faktor yang disebut dalam survei tersebut antara lain terbatasnya peluang kerja, tingginya harga rumah, serta beban utang pendidikan.

Data ekonomi menunjukkan tekanan serupa. Pada 2025, jumlah penambahan pekerjaan di AS tercatat sebagai yang terendah di luar periode resesi sejak 2003.

Selain itu, tingkat tunggakan kredit konsumen pada kuartal IV 2025 juga meningkat ke level tertinggi sejak 2017.

Baca juga: Survei Ungkap Kripto Jadi Alat Bayar Favorit Gen Z untuk Hiburan dan Kebutuhan Harian

Platform Prediction Markets Makin Diminati

Di tengah kondisi tersebut, platform prediction markets seperti Kalshi dan Polymarket semakin diminati pengguna muda.

Melalui platform ini, pengguna dapat membeli kontrak spekulasi terhadap berbagai peristiwa, mulai dari kebijakan suku bunga The Fed hingga hasil pertandingan olahraga.

Survei juga menemukan bahwa perempuan sekitar dua kali lebih kecil kemungkinannya dibanding pria untuk berinvestasi pada instrumen spekulatif seperti kripto, opsi, saham meme, maupun prediction markets.

Baca juga: Generasi Muda Australia Akui Menyesal Tak Punya Bitcoin Sejak Awal