Komisi XI DPR RI menyetujui penunjukan Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam jabatan tersebut, Adi menggantikan Hasan Fawzi yang kini dipercaya menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.
Persetujuan ini merupakan bagian dari pengisian posisi Anggota Dewan Komisioner OJK untuk periode 2026–2031. Dengan jabatan barunya, Adi Budiarso akan memimpin pengawasan sektor yang berkaitan dengan inovasi keuangan digital di Indonesia, termasuk teknologi finansial (fintech), aset keuangan digital, serta industri aset kripto yang terus berkembang.
Penunjukan ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian regulator terhadap pertumbuhan ekosistem keuangan digital nasional. Seiring dengan pesatnya perkembangan layanan digital, OJK memiliki peran penting untuk memastikan inovasi di sektor keuangan berjalan sejalan dengan stabilitas sistem keuangan serta perlindungan konsumen.
Baca juga: OJK Mulai Uji Dana Aset Kripto, Produk Investasi Baru Mirip Reksa Dana
Profil Adi Budiarso
Adi Budiarso lahir di Salatiga pada tahun 1970. Ia memiliki latar belakang pendidikan di bidang akuntansi dan kebijakan keuangan yang menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya di sektor pemerintahan.
Ia meraih gelar Diploma IV dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada tahun 1997. Setelah itu, Adi melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat dan memperoleh gelar Master of Accounting dari University of Southern California pada tahun 2001.
Pendidikan akademiknya kemudian berlanjut dengan meraih gelar Doctor of Business Administration dari University of Canberra pada tahun 2014. Latar belakang pendidikan tersebut memperkuat pemahamannya terhadap dinamika kebijakan fiskal, sektor keuangan, serta perkembangan ekonomi global.
Baca juga: Nilai Transaksi Kripto Indonesia Capai Rp24 Triliun pada Februari 2026
Karier di Kementerian Keuangan
Karier Adi Budiarso di sektor pemerintahan dimulai pada tahun 1990 ketika ia bertugas sebagai pelaksana di Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan.
Seiring waktu, ia dipercaya menduduki berbagai posisi strategis di lingkungan Kementerian Keuangan. Salah satunya ketika menjabat sebagai Kepala Central Transformation Office di Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan pada periode 2014–2018.
Dalam posisi tersebut, Adi terlibat dalam berbagai program transformasi organisasi yang bertujuan meningkatkan efisiensi, modernisasi sistem kerja, serta kualitas tata kelola di lingkungan kementerian.
Ia juga pernah dipercaya sebagai Sekretaris Kerja Panitia Nasional Annual Meetings IMF–World Bank Group 2018 yang diselenggarakan di Bali. Peran tersebut menuntut koordinasi lintas lembaga serta manajemen proyek dalam penyelenggaraan forum ekonomi internasional berskala global.
Selain itu, Adi pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral di Badan Kebijakan Fiskal. Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam penyusunan kebijakan yang berkaitan dengan pembiayaan pembangunan berkelanjutan serta kerja sama ekonomi multilateral.
Pada 24 Agustus 2020, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan di Badan Kebijakan Fiskal. Posisi ini memperkuat perannya dalam merumuskan kebijakan strategis yang berkaitan dengan stabilitas dan pengembangan sektor keuangan nasional.
Kemudian pada 13 Juni 2025, Adi dilantik sebagai Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya di Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan.
Baca juga: Mulai Tahun Ini, Exchange Kripto Wajib Laporkan Transaksi Pengguna ke DJP
Industri Kripto Sambut Kepemimpinan Baru
Pergantian pimpinan pengawasan inovasi keuangan digital di OJK turut mendapat perhatian dari pelaku industri aset kripto. Sejumlah pelaku industri menyampaikan apresiasi atas kontribusi Hasan Fawzi sekaligus menyambut penunjukan Adi Budiarso.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menyampaikan terima kasih atas peran Hasan dalam memperkuat fondasi industri kripto di Indonesia.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Bapak Hasan Fawzi atas kepemimpinan dan kontribusinya selama menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas IAKD. Di bawah kepemimpinan beliau, ekosistem kripto di Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik dari sisi tata kelola, penguatan regulasi, maupun peningkatan kepercayaan publik terhadap industri ini,” ujar Calvin dalam keterangan resmi yang diterima Coinvestasi.
Menurutnya, salah satu pencapaian penting dalam periode tersebut adalah proses peralihan pengawasan industri kripto dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke OJK yang berjalan dengan baik tanpa mengganggu keberlanjutan ekosistem industri.
Tokocrypto juga menyambut baik penunjukan Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas IAKD yang baru.
“Kami menyambut baik penunjukan Bapak Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas IAKD yang baru. Kami berharap di bawah kepemimpinan beliau, ekosistem aset kripto dan inovasi teknologi keuangan di Indonesia dapat terus berkembang secara berkelanjutan,” kata Calvin.
Ia menambahkan bahwa dukungan regulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi akan menjadi faktor penting bagi pertumbuhan industri di masa depan.
Menurut Calvin, kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar industri aset kripto di Indonesia dapat berkembang secara sehat sekaligus memberikan perlindungan optimal bagi masyarakat.
Baca juga: Muhammadiyah Kaji Ulang Hukum Investasi Kripto, Fatwa Haram Bisa Berubah?
