Consensus Hong Kong 2026 yang berlangsung pada 10–12 Februari 2026 di Hong Kong Convention and Exhibition Centre resmi ditutup setelah tiga hari penyelenggaraan. Edisi kedua ini menarik lebih dari 11.000 peserta terdaftar dari berbagai belahan dunia, memperkuat posisinya sebagai salah satu forum global terpenting dalam industri aset digital.
Diselenggarakan oleh CoinDesk, Consensus Hong Kong mempertemukan regulator, pembuat kebijakan, pemimpin industri, investor institusional, pengembang, hingga komunitas global untuk membahas perkembangan regulasi, inovasi teknologi, serta arah masa depan ekosistem aset kripto.
Tahun ini, peserta berasal dari lebih dari 120 negara dan kawasan, dengan komposisi yang relatif seimbang antara Asia dan wilayah lainnya. Mayoritas peserta merupakan eksekutif senior dan pengambil keputusan, mencerminkan peran Consensus sebagai forum strategis dalam membentuk arah industri global.
Sepanjang konferensi, lebih dari 300 pembicara tampil di enam panggung utama. Agenda tahun ini menyoroti pematangan sektor aset digital, mulai dari adopsi institusional dan stablecoin hingga pembahasan arsitektur Internet Capital Markets. Konsep Machine Economy turut menjadi tema sentral, dengan eksplorasi mengenai integrasi agen AI, robotika, dan eksekusi transaksi secara on-chain.
Dengan dukungan lebih dari 100 sponsor serta ratusan mitra komunitas dan pemasaran, Consensus Hong Kong 2026 juga diperkirakan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi kota tersebut, sekaligus memperkuat posisi Hong Kong sebagai salah satu pusat global aset digital.
Baca juga: Consensus Hong Kong 2026 Siap Digelar, Bakal Satukan 15 Ribu Pelaku Industri Kripto Global
Regulasi dan Arah Kebijakan Jadi Sorotan Utama
Acara dibuka dengan sambutan dari Chief Executive Hong Kong SAR, John Lee, yang menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun Hong Kong sebagai pusat inovasi aset digital global. Ia menyoroti potensi Web3 dan aset digital dalam menciptakan sistem keuangan yang lebih efisien, inklusif, dan berbiaya rendah, serta pentingnya kerangka regulasi yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Sekretaris Keuangan Hong Kong, Paul Chan, turut menyampaikan keynote yang menekankan percepatan integrasi antara kecerdasan buatan dan blockchain. Pemerintah bersama regulator disebut akan terus bekerja sama dengan industri untuk mendorong pengembangan use case yang berdampak nyata, sekaligus memastikan risiko baru dapat diidentifikasi dan dikelola dengan baik.
Sejumlah pelaku pasar global juga menyampaikan pandangannya terkait kondisi industri saat ini. Anthony Scaramucci dari SkyBridge Capital kembali menegaskan proyeksinya bahwa Bitcoin berpotensi mencapai US$150.000, seiring peluang disahkannya regulasi kripto di Amerika Serikat. Sementara itu, Tom Lee dari Bitmine menilai tekanan harga yang terjadi saat ini lebih tepat dipandang sebagai peluang akumulasi, bukan momentum untuk keluar dari pasar.
Memasuki hari kedua dan ketiga, fokus pembahasan turut bergeser ke kalangan pengembang dan tantangan teknis di tingkat jaringan. Perwakilan dari ekosistem Bitcoin, Ethereum, dan Solana membahas isu skalabilitas serta kebutuhan infrastruktur guna mendukung pertumbuhan pengguna secara global.
Salah satu pengumuman yang mencuri perhatian datang dari World Liberty Financial, proyek kripto yang dikaitkan dengan Presiden AS Donald Trump. Proyek tersebut berencana meluncurkan platform pertukaran valuta asing bernama World Swap yang memanfaatkan stablecoin USD1 untuk menyediakan layanan transfer lintas negara dengan biaya lebih rendah dibandingkan remitansi tradisional yang dapat mengenakan biaya hingga 10% per transaksi.
Di sisi lain, pendiri Cardano, Charles Hoskinson, mengumumkan bahwa LayerZero akan berpindah ke Cardano. Ia juga menyampaikan bahwa mainnet Midnight yang berfokus pada privasi dijadwalkan meluncur bulan depan.
Baca juga: Consensus HK Sukses Gelar Token of Love Music Festival
Hadirkan Inovasi Berbasis AI dan Blockchain
Di luar panggung utama, lebih dari 1.000 pengembang dan ratusan startup turut berpartisipasi dalam EasyA Consensus Hackathon dan CoinDesk PitchFest. Ajang ini menampilkan inovasi berbasis AI dan blockchain yang semakin berorientasi pada produk siap pakai dan pengalaman pengguna.
Dalam PitchFest, zkMe Technology Limited meraih gelar juara berkat solusi verifikasi kredensial berbasis zero-knowledge yang memungkinkan validasi identitas tanpa membuka data pribadi.
Sementara itu, pemenang Hackathon meliputi FoundrAI yang mengembangkan agen AI otonom untuk meluncurkan dan mengelola proyek, SentinelFi dengan sistem skor keamanan real-time berbasis analisis on-chain, serta PumpStop yang menghadirkan lapisan perdagangan non-kustodian dengan fitur manajemen risiko terintegrasi.
Selain konferensi utama, lebih dari 400 side event berlangsung sepanjang pekan, menjadikan Hong Kong sebagai pusat aktivitas industri aset digital selama satu minggu penuh.
Setelah sukses di Hong Kong, rangkaian acara Consensus akan berlanjut ke Miami pada 5–7 Mei 2026, mempertemukan investor, pengembang, dan pembuat kebijakan untuk melanjutkan agenda strategis industri aset digital di kawasan Amerika.
Kenali lebih jauh tentang Consensus CoinDesk.
Baca juga: Strategy Borong Bitcoin Rp2,8 Triliun, Total Kepemilikan Tembus 717.131 BTC
