pencurian

Seorang Istri Diduga Curi Bitcoin Suaminya Usai Intip Seed Phrase Diam-Diam

Seorang pria di Inggris menggugat istrinya sendiri setelah diduga mencuri aset Bitcoin senilai sekitar US$172 juta atau setara Rp2,9 triliun dengan cara yang tidak biasa, yakni merekam secara diam-diam untuk mendapatkan seed phrase miliknya.

Berdasarkan dokumen yang diajukan ke High Court of Justice Inggris, pria bernama Ping Fai Yuen diketahui menyimpan lebih dari 2.323 Bitcoin di hardware wallet Trezor sejak 2023. Namun pada 2 Agustus 2023, seluruh Bitcoin tersebut tiba-tiba dipindahkan tanpa sepengetahuannya. Dana tersebut kemudian disebar ke 71 alamat berbeda melalui beberapa transaksi, dan tidak lagi bergerak sejak 21 Desember 2023.

Baca juga: Tertekan Utang Usai Rugi Kripto, Pelaku Bunuh Anak Politikus PKS di Cilegon

Modus Pencurian Bitcoin Lewat Rekaman CCTV dan Audio

Dugaan pencurian ini bermula dari peringatan anak Ping pada Juli 2023 yang mencurigai ibunya, Fun Yung Li, mencoba mengambil alih aset kripto tersebut. Menindaklanjuti hal itu, Ping memasang alat perekam suara di rumahnya untuk mengumpulkan bukti.

Hasil rekaman tersebut diduga mengarah pada keterlibatan Fun, yang kemungkinan dibantu oleh saudarinya, Lai Yung Li. Dalam dokumen pengadilan disebutkan bahwa Fun sempat membicarakan penggunaan CCTV di rumah untuk merekam aktivitas Ping, termasuk saat ia mengakses wallet dan menyembunyikan kata sandi.

Beberapa potongan rekaman juga memperkuat dugaan tersebut, dengan pernyataan seperti “Bitcoin itu sudah ditransfer ke saya” dan “ambil semuanya”.

Baca juga: Dalang Jaringan Scam Kripto Global Chen Zhi Ditangkap di Kamboja

Kasus Berujung Konflik Rumah Tangga dan Proses Hukum

Situasi ini sempat memanas setelah Ping mengetahui asetnya hilang dan kemudian menghadapi istrinya. Insiden tersebut berujung pada penangkapan Ping karena melakukan kekerasan, dan ia kemudian mengaku bersalah atas beberapa tuduhan penyerangan.

Di sisi lain, kasus ini juga sempat ditangani pihak kepolisian. Fun sempat ditangkap pada 2023, dan aparat menemukan 10 cold wallet, di mana setidaknya tiga di antaranya terkait dengan Ping. Namun, Fun kemudian dibebaskan karena kurangnya bukti lanjutan.

Upaya hukum terus berlanjut. Pada November 2025, Ping mengajukan permohonan untuk membekukan aset kripto milik Fun serta meminta pengembalian Bitcoin tersebut atau nilai setara dalam pound sterling.

Hakim Cotter dalam sidang 2 Maret menyatakan bahwa Ping memiliki peluang besar untuk memenangkan gugatan ini. Ia menilai bukti yang ada cukup kuat, termasuk rekaman percakapan dan temuan perangkat yang diduga digunakan untuk mengakses Bitcoin tersebut.

Hakim juga menyoroti bahwa pihak tergugat belum memberikan versi kejadian dari sudut pandangnya. Mengingat volatilitas harga Bitcoin, pengadilan menilai proses persidangan perlu segera dilanjutkan agar tidak memperumit nilai klaim yang disengketakan.

Baca juga: 7 Peretasan Kripto Terbesar Sepanjang 2025