Platform marketplace NFT OpenSea kembali menunda peluncuran token kripto miliknya yang telah lama dinantikan, yaitu SEA. Penundaan ini dilakukan karena kondisi pasar aset kripto yang masih menantang, serta keinginan tim untuk memastikan seluruh persiapan peluncuran berjalan maksimal.
Dalam unggahan di platform X pada Senin (16/3/2026), CEO OpenSea Devin Finzer menjelaskan bahwa tim OpenSea sebenarnya telah bekerja sangat cepat untuk mempersiapkan peluncuran token tersebut.
OpenSea Foundation sebelumnya bahkan berencana memulai tahap awal peluncuran dalam sebuah acara yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Maret 2026. Namun pada akhirnya, yayasan tersebut memutuskan untuk menunda rencana tersebut.
“Tim kami telah membangun produk dengan sangat cepat, dan OpenSea Foundation awalnya merencanakan langkah awal dalam acara 30 Maret. Namun, kami memutuskan untuk menunda timeline tersebut,” tulis Finzer.
Meski begitu, hingga saat ini OpenSea belum mengumumkan tanggal baru untuk peluncuran token SEA.
Baca juga: OpenSea Kenalkan Cadangan Strategis NFT, CryptoPunk Jadi Koleksi Perdana
Kondisi Pasar Kripto Jadi Pertimbangan
Finzer mengakui bahwa keputusan menunda peluncuran ini kemungkinan mengecewakan sebagian komunitas. Namun menurutnya, langkah tersebut diambil untuk memastikan semua persiapan benar-benar matang.
“Penundaan tetaplah penundaan, dan saya tidak akan mencoba membungkusnya dengan kata-kata lain. Saya memahami bagaimana komunitas merespons keputusan ini,” ujar Finzer.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi pasar kripto saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan, sehingga peluncuran token perlu dipersiapkan dengan lebih hati-hati.
“SEA hanya akan diluncurkan sekali. Kami bisa saja memaksakan tanggal peluncuran sesuai rencana awal, atau memastikan semua aspek benar-benar siap sehingga momen ini menjadi sesuatu yang layak bagi komunitas kami,” lanjutnya.
Baca juga: OpenSea Bakal Hadirkan Platform NFT Versi Baru
Rencana Token SEA dan Distribusi untuk Komunitas
OpenSea pertama kali mengungkapkan detail mengenai Token Generation Event (TGE) untuk SEA pada Oktober 2025. Saat itu, perusahaan menyebut peluncuran token tersebut ditargetkan berlangsung pada kuartal pertama 2026.
Dalam rencana awalnya, sekitar 50 persen dari total pasokan token SEA akan dialokasikan untuk komunitas OpenSea. Distribusi ini mencakup pengguna lama atau OG users, serta peserta yang mengikuti program rewards yang sedang berjalan di platform.
Finzer juga mengungkapkan bahwa gelombang rewards yang berlangsung saat ini akan menjadi program terakhir sebelum peluncuran token.
Selain itu, OpenSea sebelumnya menyatakan bahwa 50 persen dari pendapatan platform akan digunakan untuk melakukan buyback token SEA saat peluncuran. Pengguna nantinya juga dapat melakukan staking token SEA untuk mendukung token atau koleksi NFT favorit mereka.
Penundaan ini terjadi di tengah upaya OpenSea memperluas bisnisnya. Platform yang sebelumnya dikenal sebagai marketplace NFT terbesar di dunia kini sedang bertransformasi menjadi pusat perdagangan aset kripto multi-chain.
OpenSea juga tengah mengembangkan berbagai layanan baru, termasuk perdagangan lintas blockchain serta protokol perpetual futures, sebagai bagian dari strategi memperluas ekosistemnya di industri kripto.
Baca juga: OpenSea Akuisisi Rally, Siapkan Aplikasi Mobile untuk Trading Token
