Core Scientific, perusahaan mining Bitcoin asal Amerika Serikat, mengungkapkan rencana untuk menjual hampir seluruh cadangan Bitcoin yang dimilikinya pada tahun ini. Langkah ini dilakukan untuk membiayai ekspansi bisnis perusahaan ke sektor akal imitasi (AI) dan komputasi berkinerja tinggi (HPC).
Menurut dokumen yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada Selasa (3/3/2026), Core Scientific menyatakan akan “memonetisasi sebagian besar atau hampir seluruh kepemilikan Bitcoin” untuk mendukung kebutuhan belanja modal yang meningkat, terutama terkait pembangunan pusat data baru.
Perusahaan juga menyebutkan bahwa mayoritas penjualan Bitcoin diperkirakan terjadi pada kuartal pertama tahun ini. Namun, keputusan penjualan tetap bergantung pada kondisi pasar.
Chief Financial Officer Core Scientific, Jim Nygar, mengatakan bahwa saat ini perusahaan memiliki kurang dari 1.000 Bitcoin. Sebelumnya, pada Januari 2026, Core Scientific telah menjual sekitar 1.900 Bitcoin dengan nilai US$175 juta atau sekitar Rp2,97 triliun. Penjualan tersebut dilakukan saat harga Bitcoin berada di level yang lebih tinggi dibandingkan harga pasar saat ini.
Langkah ini menunjukkan perubahan strategi yang semakin jelas di kalangan perusahaan penambang Bitcoin di Amerika Serikat. Sejumlah perusahaan kini mulai mengurangi eksposur terhadap Bitcoin dan beralih ke bisnis infrastruktur komputasi untuk AI.
Baca juga: Modal Rp1 Juta, Solo Miner Bitcoin Ini Raih Imbalan Blok Rp3 Miliar
Fasilitas Mining Akan Diubah Menjadi Pusat Data
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Core Scientific juga tengah mengubah fasilitas mining Bitcoin miliknya di Pecos, Texas, menjadi pusat layanan colocation untuk pusat data AI.
CEO Core Scientific, Adam Sullivan, mengatakan fasilitas tersebut memiliki kapasitas listrik hingga 430 megawatt, yang dapat digunakan untuk mendukung operasional pusat data berskala besar.
Ia juga menyebut bahwa perusahaan menargetkan seluruh kapasitas infrastrukturnya akan dialihkan ke layanan colocation dalam beberapa tahun ke depan.
“Kami memperkirakan setiap megawatt dalam portofolio kami akan didedikasikan untuk layanan colocation dalam tiga tahun ke depan,” kata Sullivan.
Jika strategi ini berjalan sesuai rencana, Core Scientific secara bertahap akan mengakhiri aktivitas penambangan Bitcoin miliknya, yang selama ini menjadi salah satu sumber utama pendapatan perusahaan.
Baca juga: Miner Bitcoin Ini Pindahkan 1.318 BTC Bernilai Rp1,5 Triliun di Tengah Tekanan Harga
Miner Bitcoin Mulai Beralih ke Bisnis AI
Core Scientific bukan satu-satunya perusahaan yang mengambil langkah tersebut. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah perusahaan penambang Bitcoin juga mulai menjual cadangan BTC mereka untuk mendanai ekspansi ke sektor AI.
Miner Bitcoin Cango, misalnya, menjual sekitar 4.451 Bitcoin untuk mendukung pengembangan lini bisnis AI mereka. Sementara itu, perusahaan mining Bitfarms bahkan melakukan rebranding menjadi Keel Infrastructure. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa fokus barunya kini berada pada layanan komputasi berkinerja tinggi, sehingga tidak lagi beroperasi sebagai perusahaan Bitcoin.
Perubahan strategi ini didorong oleh meningkatnya permintaan global terhadap infrastruktur komputasi yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem AI dan pusat data berskala besar.
Baca juga: Pengamat: Mining Kripto di Indonesia Legal, Selama Sesuai Aturan
