Platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) Venus Protocol dilaporkan mengalami serangan eksploitasi yang menyebabkan kerugian lebih dari $3,7 juta atau sekitar Rp62,7 miliar. Insiden ini terjadi setelah terdeteksi aktivitas perdagangan mencurigakan pada pool likuiditas token Thena (THE), aset kripto yang berasal dari platform DeFi Thena.
Dalam pengumuman resmi yang dirilis pada Minggu (15/3/2026), tim Venus Protocol menyatakan telah menemukan aktivitas tidak wajar yang melibatkan pool likuiditas token THE serta Cake (CAKE), token native dari bursa kripto terdesentralisasi PancakeSwap.
Sebagai langkah pencegahan, tim Venus langsung menghentikan sementara seluruh aktivitas peminjaman dan penarikan token THE hingga proses investigasi selesai dilakukan.
“Sambil melanjutkan investigasi terhadap aktivitas tidak biasa di pool THE, kami mengambil langkah pencegahan dengan menghentikan seluruh peminjaman dan penarikan THE secara langsung untuk mencegah penyalahgunaan lebih lanjut,” tulis tim Venus Protocol.
Baca juga: Dugaan Investasi Kripto Bodong di Sulteng, Puluhan Warga Lapor Polisi
Serangan Manipulasi Batas Pasokan Token
Berdasarkan analisis dari Allez Labs yang bertindak sebagai manajer risiko Venus Protocol, aktivitas mencurigakan tersebut diduga merupakan serangan yang dikenal sebagai supply cap attack. Serangan ini dilakukan dalam dua tahap.
Pada tahap pertama, pelaku secara perlahan mengumpulkan sekitar 84% dari total kapitalisasi pasar token THE. Setelah menguasai sebagian besar pasokan token tersebut, pelaku kemudian memanfaatkannya sebagai jaminan dalam sistem pinjaman di Venus Protocol.
Dengan menggunakan token THE sebagai collateral atau jaminan, pelaku berhasil meminjam berbagai aset kripto dalam jumlah besar, di antaranya 6,67 juta token CAKE, 1,58 juta USDC, 2.801 BNB, serta 20 Bitcoin.
Cara ini membuat pelaku dapat melewati batas maksimum pasokan atau supply cap yang seharusnya membatasi jumlah token yang dapat digunakan dalam sistem peminjaman di platform tersebut.
Baca juga: Pasangan di Prancis Dipaksa Transfer Bitcoin Rp17 Miliar oleh Perampok yang Menyamar Polisi
Platform Hentikan Sementara Beberapa Aktivitas
Untuk mencegah potensi kerugian yang lebih besar, Venus Protocol juga menghentikan sementara aktivitas peminjaman dan penarikan pada sejumlah token lain yang memiliki likuiditas rendah di platform.
Menurut laporan Wu Blockchain, total kerugian akibat serangan ini diperkirakan telah melampaui $3,7 juta atau sekitar Rp62,7 miliar.
Dampak dari insiden ini juga terlihat pada harga token THE. Berdasarkan data CoinMarketCap, harga THE turun lebih dari 23 persen dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di kisaran $0,21 per token saat artikel ini ditulis.

Kasus eksploitasi ini kembali menyoroti tantangan keamanan yang masih dihadapi ekosistem kripto dan platform DeFi. Seiring pertumbuhan industri, metode serangan terhadap protokol berbasis blockchain juga menjadi semakin kompleks.
Platform yang menggunakan smart contract sering menjadi target karena adanya potensi celah pada kode, manipulasi likuiditas, maupun kelemahan pada mekanisme ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku serangan.
Baca juga: Sempat Dicuri Hacker, Bitcoin Sitaan Rp363 Miliar Dijual Korsel
