bear market bitcoin

Sejauh Mana Bitcoin Bisa Turun? Analis Sebut Bottom Berada di US$55.000

Analisis on-chain dari CryptoQuant memperkirakan bahwa titik terendah terdalam dalam pasar bearish atau ultimate bear market bottom Bitcoin berada di kisaran US$55.000. Namun, level tersebut dinilai belum tersentuh. Menurut CryptoQuant, pembentukan titik terendah pasar biasanya tidak terjadi dalam satu hari, melainkan melalui proses yang bisa berlangsung selama beberapa bulan.

Dalam laporan yang dikutip dari The Block, CryptoQuant menyebut bahwa Bitcoin belum memasuki fase kapitulasi penuh. Kapitulasi adalah kondisi ketika sebagian besar investor menyerah dan menjual asetnya karena tekanan harga yang berat. Saat ini, sejumlah indikator utama masih berada di fase Bear Phase, bukan Extreme Bear Phase seperti yang terlihat pada titik terendah siklus-siklus sebelumnya.

Salah satu indikator yang disorot adalah realized price. Secara sederhana, realized price adalah rata-rata harga terakhir seluruh Bitcoin saat terakhir kali berpindah tangan di jaringan. Dalam sejarahnya, level ini sering menjadi area dukungan kuat ketika pasar berada dalam tekanan berat.

Saat ini, harga Bitcoin masih diperdagangkan lebih dari 25 persen di atas realized price, dengan harga bergerak relatif stabil di sekitar US$68.000. Pada siklus sebelumnya, harga Bitcoin sempat turun sekitar 24 persen di bawah realized price setelah runtuhnya FTX pada 2022, dan bahkan 30 persen di bawahnya pada pasar bearish 2018.

Grafik pergerakan harga Bitcoin dibandingkan dengan realized price, menunjukkan harga saat ini belum menyentuh level sekitar US$55.000 yang sebelumnya menjadi titik terendah bear market. Sumber: CryptoQuant

Setelah mencapai area tersebut, Bitcoin biasanya membutuhkan waktu sekitar empat hingga enam bulan untuk membentuk fondasi sebelum akhirnya pulih.

Artinya, jika pola historis kembali terulang, masih ada kemungkinan harga mengalami tekanan lanjutan sebelum benar-benar menemukan titik terendahnya.

Baca juga: Indeks Kripto Terjun Bebas, Sentuh Titik Terendah Sejak 2019

Kerugian Besar Belum Tentu Jadi Tanda Dasar Pasar

CryptoQuant juga menyoroti besarnya kerugian yang direalisasikan investor dalam satu hari. Pada 5 Februari, ketika harga Bitcoin turun 14 persen ke US$62.000, investor mencatat kerugian harian sebesar US$5,4 miliar atau sekitar Rp90 triliun. Angka ini menjadi yang terbesar sejak Maret 2023 dan bahkan lebih besar dibandingkan kerugian US$4,3 miliar atau sekitar Rp72 triliun beberapa hari setelah kolapsnya FTX pada 2022.

Meski terlihat besar, secara akumulatif bulanan angka kerugian ini masih lebih rendah dibandingkan periode dasar pasar 2022. Saat ini, total kerugian kumulatif berada di kisaran 0,3 juta BTC, sementara pada akhir pasar bearish 2022 angkanya mencapai 1,1 juta BTC.

Hal ini menunjukkan bahwa tekanan jual memang meningkat, tetapi belum sampai pada level ekstrem yang biasanya menandai kapitulasi massal.

Beberapa indikator valuasi juga belum menunjukkan kondisi sangat murah. Rasio MVRV, yang membandingkan nilai pasar dengan nilai rata-rata harga beli investor, belum masuk ke zona yang secara historis menandai titik terendah siklus. Begitu pula dengan indikator Net Unrealized Profit and Loss (NUPL), yang belum mencapai kisaran kerugian belum terealisasi sekitar 20 persen seperti pada dasar siklus sebelumnya.

Perilaku pemegang jangka panjang juga belum mencerminkan kepanikan besar. Saat ini, mereka cenderung menjual di sekitar titik impas. Pada siklus sebelumnya, kelompok ini bahkan rela menjual dengan kerugian 30 hingga 40 persen sebelum pasar benar-benar mencapai dasar.

Selain itu, sekitar 55 persen suplai Bitcoin saat ini masih berada dalam posisi untung. Pada fase terendah sebelumnya, angka ini biasanya turun ke kisaran 45 hingga 50 persen.

Indikator Bull-Bear Market Cycle milik CryptoQuant pun masih menunjukkan fase bearish normal, belum masuk ke fase bearish ekstrem. Dalam sejarahnya, fase ekstrem ini biasanya berlangsung beberapa bulan dan menjadi awal dari proses pembentukan dasar harga sebelum pasar kembali pulih.

Baca juga: Michael Saylor Tegaskan Strategy Akan Terus Beli Bitcoin Selamanya