coinfest asia

Coinfest Asia 2026 Kembali Hadir di Bali, Presale Tiket Resmi Dibuka

Coinfest Asia 2026, festival kripto terbesar di dunia, resmi membuka penjualan tiket untuk penyelenggaraan terbarunya yang akan berlangsung pada 20–21 Agustus 2026 di Bali, Indonesia. Diselenggarakan oleh Indonesia Crypto Network (ICN), acara ini sekaligus menandai edisi kelima sejak Coinfest Asia pertama kali digelar sebagai festival aset kripto dan Web3 berskala global.

Mengusung tagline Where Innovation Meets Adoption, Coinfest Asia terus menegaskan posisinya sebagai ruang temu antara inovasi teknologi dan adopsi nyata di dunia industri. Dengan konsep festival terbuka, acara ini menghadirkan diskusi lintas sektor yang mencakup pengembangan produk, dinamika pasar, hingga peran institusi dalam mendorong pertumbuhan ekosistem aset kripto dan Web3.

Pada edisi 2025, Coinfest Asia mencatat pencapaian signifikan dengan kehadiran 11.184 peserta dari 90 negara, melibatkan lebih dari 150 pembicara serta 77 sponsor dari berbagai sektor industri. Secara kumulatif, sejak pertama kali digelar pada 2022, Coinfest Asia telah dihadiri lebih dari 15.000 peserta dari lebih dari 90 negara.

Suasana area pameran Coinfest Asia yang dipadati peserta dan booth perusahaan aset kripto serta Web3 dalam salah satu edisi penyelenggaraan di Bali. Sumber: Coinfest Asia

Selama lima edisi penyelenggaraan, acara ini juga melibatkan lebih dari 400 pembicara serta 6.000 perusahaan. Konsistensi tersebut menjadikan Coinfest Asia sebagai salah satu titik temu utama pelaku industri aset kripto global, baik di tengah pasar bullish maupun bearish, dengan diskusi yang menekankan konteks, implementasi, dan kolaborasi lintas sektor.

Seiring fase pematangan ekosistem aset kripto dan Web3, Coinfest Asia 2026 hadir di momentum ketika fokus industri mulai bergeser dari spekulasi menuju penerapan nyata, tata kelola, serta keberlanjutan model bisnis. Pergeseran ini sejalan dengan tren global yang menempatkan adopsi dan kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi utama pertumbuhan industri ke depan.

Baca juga: Festival Kripto Terbesar Dunia Coinfest Asia 2026 Kembali Hadir di Bali, Catat Tanggalnya!

Konsep Tracks Bakal Jadi Daya Tarik Utama

Pada penyelenggaraan tahun ini, Coinfest Asia memperkenalkan konsep baru bertajuk Tracks sebagai kerangka utama rangkaian acara. TRACKS dibagi ke dalam tiga jalur utama, yakni Builders, Traders, dan Institutions. Jalur Builders dirancang bagi pengembang dan inovator untuk mengeksplorasi produk, mengikuti workshop dan hackathon, serta berdiskusi langsung dengan para founder Web3.

Di sisi lain, jalur Traders menghadirkan pembahasan market outlook, demonstrasi trading tools, kompetisi, hingga strategi menghadapi berbagai kondisi pasar. Sementara itu, jalur Institutions berfokus pada pembahasan case study, pengembangan kemitraan, dan perluasan jejaring dengan pelaku industri berskala institusional.

Adapun jalur Institutions berfokus pada pembahasan case study, pengembangan kemitraan, dan perluasan jejaring dengan pelaku industri berskala institusional.

Melalui pendekatan ini, Coinfest Asia tidak hanya diposisikan sebagai konferensi, tetapi sebagai ruang interaksi yang dirancang relevan dengan kebutuhan peserta, baik untuk menambah wawasan maupun membangun koneksi yang berdampak.

Baca juga: Coinfest Asia 2025 Gaet 10 Ribu Peserta di Bali, Siap Comeback Tahun Depan!

Rekam Jejak Pembicara dan Mitra Global

Coinfest Asia pada edisi-edisi sebelumnya telah menghadirkan berbagai tokoh industri global, di antaranya Ben Zhou (Co-founder & CEO Bybit), Rachel Conlan (Chief Marketing Officer Binance), Alexander Svanevik (Co-founder & CEO Nansen), Mudit Gupta (Chief Technology Officer Polygon Technology), Yat Siu (Co-founder & Executive Chairman Animoca Brands), Dominic Williams (Founder Internet Computer), Kevin Kwong (Chief Business Officer 9GAG), Eunice Giarta (Co-founder Monad), Gabriel Rey (CEO TRIV), hingga William Sutanto (Co-founder INDODAX), bersama ratusan pembicara lainnya dari industri aset kripto dan Web3.

Ben Zhou, Co-founder dan CEO Bybit, berbicara di atas panggung dalam sesi fireside chat pada Coinfest Asia 2025 di Bali. Sumber: Coinfest Asia

Selain itu, Coinfest Asia juga memiliki rekam jejak kolaborasi dengan berbagai proyek dan institusi yang relevan dengan perkembangan ekosistem aset kripto di Indonesia, antara lain Solana, Polkadot, Algorand, Polygon, Aptos, Stellar, SUI, Ripple, dan Circle. Sejumlah institusi lintas industri seperti GoTo, Google Cloud, Visa, AWS, UOB, dan Standard Chartered juga pernah terlibat dalam penyelenggaraan acara ini.

Head of Event Coinfest Asia, Joditha Winatajaya, menyampaikan bahwa pembukaan penjualan tiket menjadi langkah awal menuju rangkaian persiapan acara tahun ini.

“Coinfest Asia 2026 dirancang sebagai ruang pertemuan antara inovasi global dan kebutuhan adopsi di tingkat regional. Melalui konsep Tracks, peserta dapat memilih jalur diskusi yang paling relevan dengan peran dan kebutuhan mereka di ekosistem aset kripto,” ujarnya.

Dengan lebih dari 20 juta pengguna aset kripto aktif, Indonesia kini berada di jajaran pasar kripto paling menjanjikan di Asia. Di tengah momentum tersebut, Coinfest Asia hadir sebagai titik temu antara institusi, komunitas, dan inovator global. Pada edisi 2026, Coinfest Asia akan memperluas kolaborasi institusional, memperkuat peran komunitas lokal, serta menghadirkan inovasi dari berbagai merek yang berupaya membawa teknologi kripto lebih dekat ke kehidupan sehari-hari.

Atraksi ogoh-ogoh dan pertunjukan budaya Bali yang ditampilkan di hadapan peserta Coinfest Asia 2025. Sumber: Coinfest Asia

Sebagai bagian dari pembukaan penjualan tiket, Coinfest Asia menyediakan alokasi khusus bagi pembaca setia Coinvestasi dengan harga Rp500.000 untuk 100 pembeli pertama dengan menggunakan kode tiket CA26COINVESTASI.

Informasi lebih lanjut mengenai Coinfest Asia dan rangkaian acaranya dapat diakses melalui kanal resmi Coinfest Asia.

Baca juga: Coinfest Asia 2025 Hadirkan 10.000 Lebih Penggiat Kripto di Bali, Jadi Festival Kripto Terbesar Dunia