Greenpeace Sindir Mining Bitcoin Lewat Tengkorak Satoshi!

Anggita Hutami

28th March, 2023

Greenpeace menyuarakan kampanye lingkungannya melalui unggahan video pada Jumat (24/3). Pihaknya mengkritik tajam aktivitas mining Bitcoin yang telah menyumbang polutan dalam jumlah besar.

Kritik disampaikan melalui karya seni yang diberi nama Tengkorak Satoshi (Satoshi Skull) buatan seniman Benjamin Gaulon.

Tengkorak tersebut disusun dari dari ratusan potongan limbah elektronik setinggi 3,3 meter, sebagai bentuk sindiran untuk limbah mining Bitcoin yang menggunung.

Kode Bitcoin Jadul Jadi Masalah?

Melalui akun Twitternya, Greenpeace mengatakan, pengkodean Bitcoin yang jadul menyebabkan konsumsi bahan bakar fosil yang berlebihan.

Kerusakan iklim yang disebabkan oleh Bitcoin meningkat 125 kali lipat dalam waktu 5 tahun, tetapi dengan mengubah kode programnya, kita bisa mengurangi listrik yang dibutuhkan untuk menjalankan Bitcoin hingga lebih dari 99%.

Rolf Skar, Manajer Proyek Khusus Greenpeace dalam unggahan video (24/3).

Reaksi Komunitas Bitcoin

Sementara itu, komunitas kripto justru menertawakan aksi aktivis ini. Pendiri Castle Island Ventures, Nic Carter menyebut kampanye Greenpeace keliru.

Salah seorang pengguna Twitter, @notgrubles menemukan bahwa Greenpeace menggunakan komponen-komponen komputer yang digunakan oleh miners lama. Mereka melupakan Bitcoin ASIC PCB, sebagai solusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan dalam mining.

Sebagian komunitas Bitcoin pun bereaksi keras dan mengecam upaya organisasi tersebut yang menyebut mining Bitcoin bahaya bagi lingkungan.

Bitcoin Dorong Penggunaan Energi Terbarukan

Kontroversi mengenai limbah mining Bitcoin memang masih jadi perdebatan, tetapi aktivitas mining juga memberikan kontribusi positif terhadap upaya lingkungan.

Direktur Penelitian Ark Invest, Brett Winton, mengatakan, mining Bitcoin dapat memberikan dorongan bagi investasi energi surya. Aktivitas ini menyumbangkan persentase daya jaringan yang lebih besar tanpa harus menanggung biaya tambahan untuk listrik.

Gambar Mining Bitcoin memungkinkan energi terbarukan untuk memenuhi persentase permintaan grid yang lebih tinggi. Sumber: ARK Investment Management LLC, 2021

Berdasarkan grafik, tanpa mining Bitcoin, energi terbarukan hanya dapat memenuhi 40% kebutuhan jaringan. Sementara itu, dengan mining Bitcoin, energi terbarukan dapat memenuhi 99% dari permintaan jaringan. Artinya, mining Bitcoin dapat memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan memenuhi kebutuhan jaringan menjadi lebih efisien.

Mining Bitcoin dapat bertindak sebagai beban yang fleksibel, menyesuaikan penggunaan energi berdasarkan kondisi jaringan.

Dengan penambangan Bitcoin, kami percaya energi terbarukan harus dapat menyediakan persentase besar dari kekuatan lokalitas mana pun secara ekonomi. Sebagai efek lanjutan, penurunan biaya yang terkait dengan penskalaan energi terbarukan dapat dipercepat, membuat mereka lebih kompetitif secara ekonomi pada keseimbangan.

Brett Winton.

Baca juga: Masih Untungkah Mining Bitcoin 2023?

Anggita Hutami

Menekuni bidang jurnalistik sejak 2017. Fokus pada isu investasi keuangan, ekonomi, dan kebijakan publik.

Menekuni bidang jurnalistik sejak 2017. Fokus pada isu investasi keuangan, ekonomi, dan kebijakan publik.