Uniswap, token native di balik protokol exchange terdesentralisasi (DEX) Uniswap, mencatat lonjakan harga hingga lebih dari 38% setelah Uniswap Foundation bersama Uniswap Labs mengumumkan proposal baru bertajuk “UNIfication” yang bertujuan memperkuat nilai dan daya tarik token bagi investor.
Dalam proposal yang diajukan pada Selasa (11/11/2025), Uniswap berencana mengaktifkan mekanisme biaya tingkat protokol yang memungkinkan sebagian pendapatan digunakan untuk burning token UNI.
Selain itu, Uniswap juga akan membangun sistem Protocol Fee Discount Auctions, yaitu mekanisme lelang diskon biaya protokol yang diharapkan dapat meningkatkan imbal hasil bagi liquidity provider.
Sebagai bagian dari strategi besar tersebut, Uniswap berencana membakar 100 juta UNI, atau sekitar 16% dari total suplai yang beredar, yang berasal dari treasury.
Langkah ini diyakini akan memperbaiki keseimbangan antara suplai dan permintaan, sekaligus memperkuat posisi UNI sebagai token tata kelola utama di ekosistem Uniswap.
Selain itu, seluruh biaya protokol dari jaringan layer-2 Ethereum milik Uniswap yakni Unichain juga akan diarahkan ke mekanisme pembakaran token UNI yang sama.
“Proposal ini menempatkan Uniswap sebagai decentralized exchange utama untuk pertukaran aset tokenisasi di masa depan,” jelas Uniswap Foundation.
Uniswap Foundation menyebut era UNIfication sebagai babak baru dalam perjalanan protokol Uniswap. Meski fokus utama diarahkan pada pembaruan mekanisme ekonomi, lembaga tersebut menegaskan bahwa penyaluran hibah bagi pengembang DeFi dan proyek ekosistem tetap menjadi prioritas.
Sebagai wujud komitmen, Uniswap akan membentuk Growth Budget dengan alokasi sekitar 20 juta token UNI setiap kuartal. Dana ini akan digunakan untuk mendukung ekspansi, inovasi, serta pembangunan berkelanjutan ekosistem Uniswap.
Baca juga: DEX Uniswap Bunni Kena Hack, Total Kerugian Hingga Rp39,5 Miliar
Harga UNI Meroket
Setelah pengumuman tersebut, harga UNI melonjak sekitar 43% ke level US$9,49, menandai salah satu reli terbesar token tersebut sepanjang 2025.
Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar UNI menembus US$6 miliar, menjadikannya aset kripto terbesar ke-34 di dunia berdasarkan data CoinGecko.

Peningkatan signifikan ini menjadi angin segar bagi UNI yang sebelumnya tertinggal dari performa aset besar lain seperti Bitcoin (BTC), Binance Coin (BNB), dan Solana (SOL).
Sejak diluncurkan pada November 2018, Uniswap telah mencatat volume transaksi kumulatif lebih dari US$4 triliun, menjadikannya DEX terbesar di dunia hingga saat ini.
Baca juga: Uniswap Luncurkan Layer-2 Ethereum Unichain
