strategy bitcoin

Rutin Borong, Strategy Kini Punya 761.068 Bitcoin

Strategy, perusahaan cadangan Bitcoin yang sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy, kembali menambah kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar. Dalam pembelian terbarunya, perusahaan tersebut mengakuisisi Bitcoin senilai sekitar US$1,57 miliar atau sekitar Rp26,6 triliun, sehingga total cadangan Bitcoin yang dimiliki kini melampaui 761.000 BTC.

Berdasarkan dokumen yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), Strategy mengakuisisi 22.337 BTC sepanjang pekan lalu. Dengan pembelian tersebut, total cadangan Bitcoin perusahaan kini mencapai 761.068 BTC.

Langkah ini semakin memperkuat posisi Strategy sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.

Baca juga: Strategy Borong Bitcoin Hingga Rp21 T, Cadangan Tembus 738.731 BTC

Salah Satu Pembelian Terbesar Strategy

Pembelian terbaru ini menjadi salah satu dari lima akuisisi Bitcoin terbesar yang pernah dilakukan Strategy. Sebelumnya, perusahaan juga melakukan pembelian besar pada pekan sebelumnya dengan mengakuisisi 17.994 BTC senilai sekitar US$1,28 miliar atau sekitar Rp21,7 triliun.

Dalam transaksi terbaru ini, Strategy membeli Bitcoin dengan harga rata-rata sekitar US$70.194 per BTC atau sekitar Rp1,2 miliar. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata harga pembelian Bitcoin perusahaan secara keseluruhan yang berada di sekitar US$75.696 per BTC.

Sebagai perbandingan, harga rata-rata Bitcoin selama periode 9–15 Maret tercatat sekitar US$70.571 atau sekitar Rp1,19 miliar berdasarkan harga penutupan harian.

Secara keseluruhan, Strategy telah mengakumulasi 761.068 BTC dengan total biaya sekitar US$57,61 miliar atau sekitar Rp977,30 triliun.

Baca juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Lagi Saat Harga BTC di US$66.000

Didukung Penjualan Saham

Pembelian Bitcoin dalam jumlah besar ini didukung oleh penjualan saham preferen perpetual milik Strategy yang dikenal sebagai Stretch (STRC). Perusahaan mencatat penjualan STRC dalam jumlah besar setelah melonggarkan aturan penjualannya pada 9 Maret.

Menurut pendiri Bitcoin Quant, Rohan Hirani, pekan lalu merupakan pertama kalinya Strategy dapat menjalankan program STRC at-the-market (ATM) selama jam perdagangan yang diperpanjang dengan tambahan broker kedua.

Data dari STRC Live menunjukkan bahwa saham tersebut mencatat aktivitas tinggi selama empat hari perdagangan aktif, dengan estimasi dana yang cukup untuk membeli sekitar 10.767 BTC.

Dalam laporan SEC, Strategy mengungkapkan bahwa perusahaan menjual sekitar 11,9 juta saham STRC yang menghasilkan dana sekitar US$1,18 miliar atau sekitar Rp20,02 triliun. Dana tersebut menyumbang sekitar 75 persen dari total pembelian Bitcoin pada pekan lalu.

Selain itu, perusahaan juga menjual sekitar 2,8 juta saham Common A (MSTR) yang menghasilkan tambahan dana sekitar US$396 juta atau sekitar Rp6,71 triliun.

Baca juga: Bitcoin Kembali Sentuh US$74.000, Ini Pendorongnya

Menuju Target 1 Bitcoin

Dengan total kepemilikan 761.068 BTC, Strategy masih membutuhkan sekitar 238.932 BTC untuk mencapai target kepemilikan 1 juta Bitcoin.

Jika perusahaan ingin mencapai angka tersebut dalam sisa waktu tahun 2026, Strategy perlu membeli rata-rata sekitar 5.700 BTC setiap minggu selama 42 minggu ke depan.

Langkah agresif Strategy ini kembali menunjukkan komitmen perusahaan terhadap Bitcoin sebagai aset cadangan utama, sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu institusi paling berpengaruh dalam ekosistem kripto global.

Baca juga: Bitcoin Tunjukkan Sinyal Bottom, Analis Bandingkan dengan Krisis FTX