bitcoin

Strategy Borong Bitcoin Hingga Rp21 T, Cadangan Tembus 738.731 BTC

Strategy, perusahaan cadangan Bitcoin yang dulu dikenal sebagai MicroStrategy, kembali menambah kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar. Perusahaan yang dipimpin Michael Saylor tersebut membeli Bitcoin senilai sekitar US$1,28 miliar atau sekitar Rp21,6 triliun dalam pembelian terbarunya. Dengan transaksi ini, total cadangan Bitcoin perusahaan kini telah melampaui 738.000 BTC.

Dalam dokumen yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada Senin (9/3/2026), Strategy mengungkapkan peruahaan membeli 17.994 Bitcoin dengan harga rata-rata sekitar US$70.946 per BTC.

Dengan pembelian ini, total kepemilikan Bitcoin Strategy kini mencapai 738.731 BTC yang diperoleh dengan total biaya sekitar US$56 miliar atau sekitar Rp945,5 triliun.

Adapun Strategy kini menguasai sekitar 3,7 persen dari total suplai Bitcoin yang beredar di pasar. Jumlah suplai Bitcoin yang beredar diperkirakan akan mencapai 20 juta koin dalam waktu dekat.

Hingga artikel ini ditulis (10/3/2026), Bitcoin terpantau mengalami kenaikan hingga 5 persen di kisaran US$70.000 dengan kapitalisasi pasar kembali tumbuh ke US$1,4 triliun. Dalam sepekan terakhir, harga Bitcoin tercatat naik 2 persen.

Grafik harian BTC/USD. Sumber: CoinMarketCap

Baca juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Lagi Saat Harga BTC di US$66.000

Pembelian Bitcoin Terbesar Strategy Tahun Ini

Transaksi terbaru tersebut menjadi salah satu pembelian Bitcoin terbesar Strategy sepanjang 2026. Sebelumnya, pada Januari lalu perusahaan juga melakukan akumulasi besar dengan membeli 22.305 BTC senilai sekitar US$2,13 miliar atau sekitar Rp35,96 triliun dengan harga rata-rata US$95.284 per BTC.

Menariknya, pembelian terbaru ini dilakukan ketika harga Bitcoin berada di bawah rata-rata harga akumulasi Strategy. Secara keseluruhan, perusahaan memiliki harga rata-rata pembelian sekitar US$75.862 atau sekitar Rp1,28 miliar per BTC.

Artinya, Strategy menambah kepemilikan Bitcoin meskipun harga pasar saat ini masih berada di bawah rata-rata harga pembelian mereka.

Langkah ini berbeda dibandingkan periode pasar bearish sebelumnya pada 2022 hingga 2023. Pada masa tersebut, Strategy cenderung melakukan pembelian dalam jumlah lebih kecil ketika harga Bitcoin berada di bawah biaya rata-rata akumulasi.

Saat itu perusahaan hanya membeli sekitar 28.560 BTC melalui tujuh transaksi terpisah yang nilainya relatif lebih kecil dibandingkan pembelian terbaru.

Baca juga: Bitcoin Kembali Sentuh US$74.000, Ini Pendorongnya

Strategy Beli Bitcoin Setara Produksi Lima Minggu

Data dari SaylorTracker menunjukkan bahwa sejak 9 Februari 2026, Strategy telah melakukan lima kali pembelian Bitcoin dengan total akumulasi sekitar 25.229 BTC.

Akumulasi tersebut secara bertahap menurunkan harga rata-rata pembelian Strategy sekitar 0,25 persen, dari sebelumnya US$76.052 menjadi sekitar US$75.862.

Besarnya pembelian terbaru juga menarik perhatian pelaku pasar. Beberapa analis di media sosial X mencatat bahwa jumlah Bitcoin yang dibeli Strategy jauh melampaui pasokan baru Bitcoin yang masuk ke pasar setiap minggu.

Berdasarkan data BitcoinTreasuries, sekitar 450 BTC ditambang setiap hari atau sekitar 3.150 BTC per minggu. Dengan membeli hampir 18.000 BTC dalam satu transaksi, Strategy pada dasarnya menyerap jumlah Bitcoin yang setara dengan sekitar lima minggu produksi baru dari jaringan Bitcoin.

Baca juga: Bitcoin Tunjukkan Sinyal Bottom, Analis Bandingkan dengan Krisis FTX