Sebuah pasangan suami istri di Prancis menjadi korban perampokan yang menargetkan aset kripto mereka. Para pelaku yang menyamar sebagai petugas kepolisian memaksa korban mentransfer Bitcoin senilai lebih dari 900.000 euro atau sekitar Rp17 miliar.
Insiden ini terjadi pada Senin (9/3/2026) di Le Chesnay-Rocquencourt, wilayah di departemen Yvelines yang berada di sebelah barat Paris. Menurut laporan media lokal TF1 Info, pasangan yang berusia sekitar 50-an tahun tersebut dipaksa menyerahkan Bitcoin mereka setelah para pelaku melakukan penggerebekan palsu di rumah korban.
Baca juga: Dugaan Investasi Kripto Bodong di Sulteng, Puluhan Warga Lapor Polisi
Pelaku Menyamar sebagai Polisi dan Mengancam Korban
Dalam aksi tersebut, tiga pelaku yang menyamar sebagai petugas kepolisian masuk ke rumah korban dengan membawa senjata tajam. Mereka mengancam pasangan tersebut dan memaksa sang suami mentransfer Bitcoin senilai lebih dari 900.000 euro.
Setelah mendapatkan aset kripto tersebut, para pelaku mengikat korban pria dan melukai kedua korban sebelum melarikan diri menggunakan sebuah van berwarna putih.
Menurut laporan setempat, sang istri berhasil melepaskan ikatan suaminya setelah para pelaku pergi. Sekitar pukul 09.00 waktu setempat, ia kemudian meminta bantuan tetangga untuk melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Kantor Kejaksaan Versailles menyatakan bahwa kasus ini sedang diselidiki oleh Brigade for the Repression of Banditry, unit khusus yang menangani kejahatan terorganisir dan perampokan bersenjata.
Para pelaku diduga melakukan sejumlah tindak kriminal serius, termasuk penyekapan, perampokan bersenjata yang dilakukan oleh kelompok terorganisir, serta konspirasi kriminal. Hingga Selasa waktu setempat, belum ada penangkapan yang diumumkan terkait kasus ini.
Baca juga: Warga Korsel Ini Dibayar Dengan Kripto Untuk Serangan Balas Dendam
Serangan Wrench Attack terhadap Pemilik Kripto Meningkat
Kasus ini menambah daftar serangan yang dikenal sebagai wrench attack, yaitu kejahatan yang menggunakan ancaman atau kekerasan fisik untuk memaksa pemilik kripto menyerahkan aset digital mereka.
Menurut data dari platform keamanan siber CertiK, jumlah kasus wrench attack meningkat tajam pada 2025. Tercatat ada 72 kasus terverifikasi di seluruh dunia, naik sekitar 75 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Prancis menjadi negara dengan jumlah insiden terbanyak pada tahun tersebut, dengan setidaknya 19 kasus yang tercatat. Secara keseluruhan, wilayah Eropa menyumbang hampir 40 persen dari total insiden global.
Dalam beberapa bulan terakhir, Prancis memang mengalami sejumlah kasus kriminal yang berkaitan dengan aset kripto.
Pada awal Februari lalu, kepolisian Prancis menangkap enam orang yang diduga terlibat dalam penculikan seorang hakim dan ibunya. Kasus tersebut merupakan bagian dari upaya pemerasan yang menargetkan pasangan sang hakim, yang diketahui merupakan seorang pengusaha kripto.
Tidak lama setelah kejadian tersebut, otoritas Prancis juga menangkap tiga tersangka yang diduga melakukan percobaan pembobolan rumah seorang eksekutif Binance Prancis.
Baca juga: Iklan Palsu Uniswap di Google Kuras Habis Tabungan Hidup Trader Kripto Ini
