Binance, exchange kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan, tercatat menguasai sekitar 65 persen dari total cadangan stablecoin yang tersimpan di seluruh exchange kripto global. Total cadangan stablecoin di platform tersebut mencapai sekitar US$47,5 miliar atau setara kurang lebih Rp760 triliun.
Berdasarkan data CryptoQuant, dari total tersebut sekitar US$42,3 miliar atau sekitar Rp676 triliun berbentuk USDT, sementara US$5,2 miliar atau sekitar Rp83 triliun merupakan USDC. Secara tahunan, total cadangan stablecoin di Binance meningkat sekitar 31 persen.

Khusus USDT, pertumbuhannya bahkan mencapai sekitar 36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan cadangan USDC tercatat relatif stabil.
Jika dibandingkan dengan exchange lain, cadangan stablecoin Binance tercatat berkali lipat lebih besar dibandingkan para pesaing terdekatnya termasuk OKX, Coinbase, dan Bybit. Konsentrasi dana yang besar ini mencerminkan akumulasi likuiditas yang signifikan terutama setelah pasar sempat mengalami tekanan dan volatilitas tinggi dalam beberapa waktu terakhir.

Stablecoin umumnya digunakan sebagai dana siap transaksi atau sebagai instrumen lindung nilai ketika harga aset kripto bergerak tajam. Karena itu, besarnya cadangan stablecoin di suatu exchange kerap dipandang sebagai indikator kedalaman likuiditas dan potensi peningkatan aktivitas perdagangan dalam waktu dekat.
Di sisi lain, CryptoQuant juga mencatat bahwa arus keluar stablecoin dari seluruh exchange kripto kini melambat menjadi sekitar US$2 miliar atau sekitar Rp32 triliun.
Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode puncak koreksi sebelumnya yang sempat mencapai sekitar US$8,4 miliar atau sekitar Rp134 triliun. Perlambatan arus keluar tersebut mengindikasikan bahwa tekanan likuiditas mulai mereda dan sentimen pasar berangsur stabil.
Baca juga: Binance Tambah Cadangan Bitcoin Rp5 Triliun ke Dana Perlindungan di Tengah Koreksi Pasar
Aktivitas Perdagangan Spot Menguat di Januari
Sejalan dengan peningkatan cadangan likuiditas, aktivitas perdagangan spot di Binance turut menunjukkan penguatan pada Januari 2026. Berdasarkan data CoinGecko yang dibagikan Wu Blockchain, volume perdagangan spot Binance naik dari sekitar US$365 miliar pada Desember 2025 menjadi US$409 miliar pada Januari 2026. Secara bulanan, angka ini mencerminkan pertumbuhan sekitar 12,1 persen.
Secara keseluruhan, total volume perdagangan spot di exchange utama juga meningkat dari sekitar US$844 miliar menjadi US$931 miliar pada periode yang sama.
Dari total kenaikan sekitar US$87 miliar tersebut, Binance menyumbang sekitar US$44 miliar atau hampir separuh dari total pertumbuhan volume pasar.
Baca juga: 7 CEX Kripto Terbesar di Dunia
