Pasar prediksi kripto tengah diramaikan oleh spekulasi terkait investigasi terbaru dari analis on-chain populer ZachXBT. Melalui platform Polymarket, para pengguna telah mempertaruhkan hingga US$3,3 juta atau sekitar Rp55,5 miliar untuk menebak perusahaan kripto mana yang akan ia tuduh terlibat praktik insider trading dalam laporan yang dijanjikan rilis pada 26 Februari 2026.
Spekulasi ini bermula setelah ZachXBT mengunggah pernyataan di platform X bahwa ia akan merilis hasil “investigasi besar” terhadap salah satu bisnis kripto paling menguntungkan. Ia tidak menyebutkan nama entitas yang dimaksud, selain menyinggung dugaan praktik perdagangan orang dalam. Meski minim detail, pernyataan tersebut cukup untuk memicu gelombang taruhan dalam hitungan jam.

Polymarket sendiri merupakan platform pasar prediksi berbasis blockchain, di mana pengguna memperdagangkan kontrak atas berbagai peristiwa dunia nyata menggunakan dana riil. Berbeda dari sekadar opini di media sosial, setiap prediksi di platform ini melibatkan risiko modal, sehingga kerap dianggap sebagai cerminan sentimen pasar yang lebih serius.
Popularitasnya meningkat sejak pemilu Amerika Serikat 2024 dan kini sering digunakan sebagai barometer spekulasi di industri kripto.
Baca juga: Tiga Platform DeFi Solana Tutup Bisnis Usai Terdampak Peretasan Bernilai Rp454 Miliar
Dari Meteora hingga Pump.fun
Hingga artikel ini ditulis Selasa (24/2/2026), platform likuiditas berbasis Solana, Meteora, menjadi kandidat teratas dengan probabilitas sekitar 46% dan volume taruhan mencapai US$365.721 atau sekitar Rp6,1 miliar.
Nama Meteora kerap muncul dalam diskusi komunitas terkait struktur pasar meme coin, terutama dalam hal penyediaan likuiditas awal dan pihak-pihak yang diduga memperoleh keuntungan dari pergerakan harga di fase awal peluncuran token. Keterkaitannya dengan aktivitas token bertema politik, termasuk meme coin bernuansa Trump, turut membuatnya menjadi sorotan.
Di posisi berikutnya, Axiom berada di kisaran 15% dengan volume taruhan sekitar US$289.926 atau sekitar Rp4,8 miliar. Sementara itu, Pump.fun tercatat sebesar 7% dengan volume mencapai US$359.310 atau sekitar Rp6 miliar.
Tingginya volume pada Pump.fun menunjukkan aktivitas dua arah yang kuat, menandakan belum adanya konsensus dominan di kalangan trader. Platform ini sebelumnya juga sempat menjadi sorotan terkait dugaan praktik early–wallet sniping, meski pihak proyek telah membantah adanya keunggulan orang dalam.
Jupiter tercatat di kisaran 8%, sementara MEXC sekitar 7%. Kehadiran Jupiter dalam daftar spekulasi berkaitan dengan perdebatan lebih luas mengenai mekanisme routing dan ekstraksi biaya di ekosistem DeFi Solana. Adapun MEXC kerap menjadi bahan pembicaraan di media sosial terkait pola pencatatan token dan dugaan waktu listing yang menguntungkan pihak tertentu dalam pasar meme coin.
Perubahan odd juga cukup signifikan sejak pasar dibuka. Probabilitas Axiom, Pump.fun, dan Jupiter dilaporkan turun antara 37% hingga 42% dari level awal, sementara Meteora justru memperkuat posisinya.
Pola ini menunjukkan bahwa spekulasi awal perlahan mengerucut menjadi keyakinan yang lebih terarah, seiring pelaku pasar mencoba membaca jejak investigasi dan pola unggahan ZachXBT sebelumnya.
Baca juga: Google Bakal Tampilkan Data Pasar Prediksi Polymarket dan Kalshi di Hasil Pencarian
