kripto

Indeks Kripto Kembali ke Zona Rakus untuk Pertama Kali dalam Tiga Bulan

Sentimen pasar aset kripto menunjukkan perbaikan signifikan setelah Indeks Crypto Fear & Greed kembali masuk ke zona greed atau rakus untuk pertama kalinya sejak Oktober 2025. Perubahan ini menandai berakhirnya fase panjang ketakutan investor yang dipicu oleh likuidasi besar-besaran di pasar kripto pada akhir tahun lalu.

Berdasarkan data Alternative.me pada Kamis (15/1/2026), Indeks Crypto Fear & Greed mencatat skor 61 dari, mencerminkan meningkatnya optimisme pelaku pasar. Sehari sebelumnya, indeks ini masih berada di level 48 atau zona “netral”, setelah berminggu-minggu tertahan di area “fear” atau ketakutan hingga “extreme fear” yakni ketakutan ekstrem.

Indeks Crypto Fear & Greed dalam sebulan terakhir. Sumber: Alternative.me

Indeks Crypto Fear & Greed kerap digunakan oleh trader dan investor sebagai indikator psikologis untuk membaca arah sentimen pasar, sekaligus membantu menilai apakah kondisi saat ini lebih mendukung aksi beli, jual, atau menahan posisi. Indeks ini dihitung berdasarkan sejumlah indikator pasar, mulai dari volatilitas harga aset kripto utama, volume dan momentum perdagangan, tren pencarian Google, hingga sentimen investor di media sosial.

Sebelumnya, sentimen investor kripto anjlok tajam pada 10 Oktober 2025 setelah likuidasi lebih dari US$19 miliar atau lebih dari Rp320 triliun mengguncang pasar kripto global. Peristiwa tersebut memicu aksi jual luas, terutama pada aset altcoin, dan mendorong indeks sentimen turun ke level terendah sepanjang November dan Desember, bahkan sempat menyentuh kisaran belasan.

Baca juga: Likuidasi Kripto Terbesar Sepanjang Sejarah, Rp320 Triliun Lenyap dalam Sehari

Susul Reli Bitcoin

Pemulihan sentimen pasar terjadi seiring reli harga Bitcoin (BTC) dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data CoinMarketCap, harga Bitcoin menguat dari kisaran US$89.000 ke level tertinggi dua bulan di US$97.700.

Grafik mingguan BTC/USD. Sumber: CoinMarketCap

Terakhir kali Bitcoin diperdagangkan di atas level US$97.000 terjadi pada 14 November 2025. Namun, pada periode tersebut, Indeks Crypto Fear & Greed justru masih berada di zona “extreme fear”, menyusul koreksi tajam dari rekor harga tertinggi sepanjang masa di US$126.000 pada Oktober.

Di sisi lain, lonjakan harga Bitcoin saat ini turut memicu arus dana masuk terbesar dalam satu hari ke produk Exchange Traded Fund (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat dalam tiga bulan terakhir. Total dana yang mengalir ke ETF Bitcoin spot pada 13 Januari 2026 tercatat mencapai US$753,7 juta atau lebih dari Rp12 triliun.

Tekanan beli yang berkelanjutan mendorong total aset bersih seluruh ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat mendekati US$123 miliar atau sekitar Rp1.968 triliun. Nilai tersebut setara dengan sekitar 6,5% dari total kapitalisasi pasar Bitcoin yang berada di kisaran US$1,89 triliun.

Sentimen positif ini turut merembet ke pasar aset kripto secara keseluruhan. Total kapitalisasi pasar kripto global tercatat naik sekitar 3,3% menjadi US$3,26 triliun. Sejumlah aset kripto utama seperti Ethereum, XRP, Solana, dan Dogecoin juga mencatatkan kenaikan harga di kisaran 2% hingga 6%.

Baca juga: Reli Bitcoin Angkat Inflow ETF BTC Spot ke Rekor Tertinggi Tiga Bulan, Tembus Rp12 Triliun