indodax

Indodax Buktikan Proof of Reserve Tembus Rp18 Triliun

INDODAX, exchange kripto berlisensi Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengumumkan nilai Proof of Reserves (PoR) telah melampaui US$1 miliar atau setara sekitar Rp18 triliun. Data tersebut ditampilkan melalui fitur Proof of Reserves di CoinMarketCap dan mencerminkan kepemilikan cadangan aset INDODAX yang dilaporkan secara transparan dan dapat diverifikasi publik.

Menurut keterangan resmi yang diterima Coinvestasi, capaian ini menegaskan komitmen INDODAX dalam menjaga rasio cadangan aset 1:1 serta memperkuat praktik transparansi melalui pemanfaatan data on-chain. Informasi cadangan aset dan alamat wallet terkait dapat ditelusuri langsung melalui blockchain, sehingga publik memiliki akses untuk melakukan verifikasi secara mandiri.

William Sutanto, CEO INDODAX, menyampaikan bahwa publikasi Proof of Reserves dilakukan atas inisiatif perusahaan meskipun belum menjadi kewajiban regulasi.

“Walaupun tidak diwajibkan pemerintah, INDODAX berinisiatif mempublikasikan Proof of Reserves sebagai bentuk transparansi. Informasi cadangan dan alamat wallet terkait dapat ditelusuri melalui blockchain, sehingga publik bisa melakukan verifikasi secara mandiri,” ujar William.

Baca juga: Intip Daftar 29 Pedagang Aset Kripto Berizin OJK!

PoR sebagai Instrumen Transparansi

Perlu diketahui, Proof of Reserves merupakan metode verifikasi berbasis kriptografi yang digunakan oleh platform aset kripto untuk menunjukkan bahwa cadangan aset yang dimiliki sesuai dengan saldo pengguna yang tercatat. Mekanisme ini bertujuan memperkuat kepercayaan publik, khususnya pada periode pasar yang volatil, dengan memastikan dana pengguna tersedia ketika dibutuhkan.

CoinMarketCap menyediakan fitur Proof of Reserves untuk menampilkan data transparansi sejumlah exchange kripto global, termasuk keterlacakan alamat wallet publik serta pembaruan cadangan aset secara berkala.

Di sisi lain, INDODAX juga menekankan pentingnya peran pengguna dalam menjaga keamanan akun. Perusahaan mengimbau penerapan langkah-langkah keamanan dasar seperti penggunaan Multi Factor Authentication (MFA), menjaga keamanan perangkat, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya phishing dan social engineering.

“Transparansi platform itu penting, tetapi edukasi keamanan pengguna juga sama pentingnya. Kami terus mendorong penggunaan keamanan berlapis dan praktik terbaik dalam menjaga akun serta perangkat,” pungkas William.

Baca juga: Indodax Bermitra dengan HashKey Exchange untuk Dorong Penguatan Infrastruktur dan Likuiditas Kripto