The FED

Trump Desak The Fed Turunkan Suku Bunga, Bitcoin di Titik Penentuan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menekan Federal Reserve agar segera memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump bahkan mendorong The Fed untuk menggelar rapat khusus demi menurunkan suku bunga secepat mungkin.

“Tidak ada waktu yang lebih tepat untuk memangkas suku bunga selain sekarang. Anak kelas tiga saja tahu itu,” ujar Trump dalam sebuah video yang beredar di X.

Sebelumnya, melalui Truth Social, Trump juga menegaskan bahwa Ketua The Fed Jerome Powell seharusnya sudah menurunkan suku bunga “SEGERA”. Ia bahkan menyebut Powell sebagai sosok yang “terlambat” dan menilai kebijakan suku bunga tinggi saat ini merugikan ekonomi AS hingga berpotensi mengganggu keamanan nasional.

Trump menilai suku bunga rendah dapat membantu menekan biaya utang nasional AS yang kini mencapai US$39 triliun atau sekitar Rp660.000 triliun, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, sektor perumahan, dan pasar saham.

Di sisi lain, penurunan suku bunga juga berpotensi mengalirkan dana ke aset berisiko seperti saham dan aset kripto. Biaya pinjaman yang lebih murah biasanya meningkatkan likuiditas pasar, sehingga mendorong investor masuk ke instrumen spekulatif.

Baca juga: Harga Bitcoin Berpotensi Tertahan di US$75.000–US$85.000, Ini Alasannya

Pasar Yakin Suku Bunga Tetap Ditahan

Meski tekanan dari Trump meningkat, pasar justru tetap memprediksi The Fed tidak akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. Pertemuan FOMC Maret dijadwalkan berlangsung selama dua hari, dengan keputusan suku bunga diumumkan pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 01:00 WIB.

Berdasarkan data CME FedWatch Tool, probabilitas suku bunga tetap mencapai sekitar 99%. Sementara 1% lainnya memperkirakan kenaikan suku bunga.

Ekspektasi ini muncul meski Kevin Warsh, kandidat pilihan Trump untuk menggantikan Powell pada pertengahan Mei, dinilai lebih terbuka terhadap kebijakan pemangkasan suku bunga.

Baca juga: Rutin Borong, Strategy Kini Punya 761.068 Bitcoin

Tekanan Inflasi dari Konflik Global

Di tengah ketidakpastian kebijakan, konflik antara AS dan Iran turut mendorong kenaikan harga minyak global. Dampaknya, biaya bahan bakar meningkat dan berpotensi memicu kenaikan harga barang lain akibat ongkos distribusi yang lebih tinggi.

Kondisi ini berisiko meningkatkan inflasi, yang justru bisa membuat The Fed mempertimbangkan kebijakan yang lebih ketat, bukan pelonggaran.

Data terbaru menunjukkan inflasi AS berada di level 2,4% pada Februari, namun diperkirakan akan meningkat pada Maret.

Baca juga: Harga Bitcoin Bertahan di US$72.000, Didukung Arus Dana ETF

The Fed Cenderung Wait and See

Menurut Jeff Mei, COO bursa kripto BTSE, pelaku pasar saat ini sudah mengantisipasi bahwa tidak akan ada pemangkasan suku bunga sepanjang tahun ini.

Ia menilai kondisi ini justru bisa mengurangi tekanan terhadap harga aset kripto, karena dampak kenaikan harga minyak terhadap inflasi masih belum sepenuhnya jelas.

Dengan situasi yang penuh ketidakpastian, The Fed diperkirakan akan tetap bersikap hati-hati dan memilih menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum mengambil langkah kebijakan berikutnya.

Baca juga: Iran Ancam Infrastruktur Google hingga Nvidia, Ini Dampaknya ke Pasar Kripto

Bitcoin Uji Support Kritis di US$74.000

Pergerakan harga Bitcoin saat ini berada di titik krusial menjelang keputusan suku bunga The Fed.

Sempat menembus pola rising wedge dan menyentuh level US$75.000, Bitcoin langsung mengalami penolakan dan kembali masuk ke dalam channel sebelumnya. Situasi serupa juga terjadi pada akhir Februari, yang kemudian diikuti penurunan harga hingga ke area US$64.000.

Dengan pola yang kembali terulang, pasar kini berada di fase penentuan arah.

Level US$72.000 menjadi area penting yang perlu diperhatikan. Jika harga mampu bertahan di atas level ini, pergerakan masih tergolong sehat sebagai retest. Namun, jika level tersebut ditembus, risiko penurunan lebih dalam ke US$64.000 hingga US$60.000 semakin terbuka.

Di sisi lain, skenario bullish juga masih terbuka. Jika Bitcoin mampu menutup harga harian di atas area resistance di kisaran US$75.000–US$76.000 dengan konfirmasi lanjutan, maka peluang kenaikan menuju US$80.000, US$84.000, hingga US$90.000 bisa kembali terbuka.

Baca juga: Metaplanet Raih Dana Rp4,3 Triliun untuk Akumulasi Bitcoin