MEXC, salah satu exchange kripto global, tercatat masuk tiga besar dunia dalam volume perdagangan perpetual futures. Informasi ini merujuk pada laporan terbaru CoinGecko yang menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan derivatif di platform tersebut mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan data tersebut, MEXC mencatat total volume perdagangan perpetual futures sebesar US$5,76 triliun atau sekitar Rp97.600 triliun. Angka ini menempatkan MEXC di peringkat ketiga secara global, berada di bawah Binance dan OKX.
Peningkatan aktivitas ini mencerminkan semakin besarnya minat trader terhadap instrumen derivatif kripto, khususnya perpetual futures. Produk ini memungkinkan trader membuka posisi dengan leverage serta tidak memiliki tanggal kedaluwarsa kontrak seperti futures tradisional.
Baca juga: 7 CEX Kripto Terbesar di Dunia
Pertumbuhan Signifikan Perdagangan Derivatif
Perdagangan perpetual futures menjadi salah satu segmen yang berkembang pesat dalam industri aset kripto. Permintaan terhadap instrumen trading yang lebih kompleks serta kebutuhan likuiditas pasar yang lebih dalam turut mendorong peningkatan aktivitas perdagangan derivatif di berbagai exchange kripto.
Analisis CoinGecko yang mencakup periode Agustus 2025 hingga Januari 2026 menunjukkan daftar exchange kripto dengan volume perdagangan perpetual terbesar.

Dengan pangsa pasar sekitar 11,8%, MEXC menjadi salah satu exchange yang memiliki kontribusi besar dalam perdagangan derivatif kripto secara global.
Baca juga: MEXC Ventures Suntik Dana Rp3,2 Triliun ke Triv, Targetkan Ekspansi di Asia Tenggara
Likuiditas Futures Emas Digital
Aktivitas perdagangan di MEXC juga terlihat pada kategori aset tertentu, termasuk komoditas yang ditokenisasi seperti emas digital.
Data dari CoinMarketCap dan CoinGecko menunjukkan bahwa MEXC berada di posisi pertama secara global dalam volume perdagangan 24 jam perpetual futures untuk Tether Gold (XAUT).
Sementara itu, data CoinGlass mencatat total volume perdagangan perpetual XAUT di platform tersebut mencapai US$3,43 miliar atau sekitar Rp58,02 triliun. Nilai ini tercatat lebih tinggi dibandingkan sejumlah exchange lain yang menawarkan perdagangan derivatif serupa.
Peningkatan aktivitas ini terjadi seiring dengan harga emas spot yang mencapai rekor tertinggi baru pada awal 2026. Kondisi tersebut mendorong minat investor terhadap emas digital dan instrumen derivatif yang berbasis aset dunia nyata atau Real-World Assets (RWA).
Baca juga: Bitcoin Pulih ke US$71.000, Didorong Data Ekonomi AS yang Stabil
Penambahan Listing Token
Selain pada sektor derivatif, MEXC juga mencatat aktivitas tinggi dalam penambahan aset kripto baru ke dalam platformnya.
Dalam periode sekitar 13 bulan, exchange ini mencatatkan 1.281 token baru. Rata-rata hampir 100 token ditambahkan setiap bulan, menjadikannya salah satu exchange dengan aktivitas listing yang cukup tinggi di industri kripto.
Penambahan aset baru ini memperluas pilihan instrumen perdagangan bagi pengguna yang ingin mengakses berbagai proyek kripto yang sedang berkembang.
Baca juga: Strategis Bloomberg Prediksi Bitcoin Bisa Jatuh ke US$10.000
Program Perdagangan Komoditas tanpa Biaya
MEXC juga mengadakan program perdagangan bertajuk Commodity Zero-Fee Gala. Program ini berlangsung pada 5 Februari hingga 7 Maret 2026.
Melalui program tersebut, beberapa pasangan perdagangan spot dan futures dapat diperdagangkan tanpa biaya transaksi, termasuk XAUT, PAXG, GOLD (XAUT)/USDT, dan SILVER (XAG)/USDT.
Selain itu, program ini juga menyediakan berbagai hadiah bagi peserta dengan total prize pool hingga US$1 juta atau sekitar Rp16,91 miliar.
Secara keseluruhan, peningkatan aktivitas derivatif, perdagangan komoditas tokenisasi, serta penambahan listing token menunjukkan perkembangan aktivitas perdagangan di sejumlah exchange kripto dalam beberapa waktu terakhir.
Baca juga: Strategy Borong Bitcoin Hingga Rp21 T, Cadangan Tembus 738.731 BTC
