Investor institusional tercatat melepas lebih dari 25.000 BTC melalui saham Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin sepanjang kuartal keempat 2025.
Berdasarkan laporan 13F yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), pemegang ETF Bitcoin menjual saham yang setara dengan sekitar 25.098 BTC selama periode Oktober hingga Desember 2025.
“Apa yang dilakukan pelapor 13F terhadap ETF Bitcoin di kuartal keempat? Tidak terlalu mengejutkan, mereka menjadi penjual,” tulis analis ETF Bloomberg, James Seyffart dalam unggahannya di platform X pada Selasa (24/2/2026).
Secara sederhana, laporan 13F adalah dokumen yang wajib dilaporkan setiap tiga bulan oleh institusi yang mengelola aset lebih dari US$100 juta. Dari laporan inilah terlihat bahwa investor besar mengurangi eksposur mereka terhadap ETF Bitcoin sekitar 25.000 BTC dalam tiga bulan terakhir 2025.
Data Bloomberg menunjukkan bahwa pemegang ETF Bitcoin terbesar berasal dari penasihat investasi dan manajer dana lindung nilai (hedge fund). Kedua kelompok ini menjadi kontributor utama dalam aksi jual tersebut.

Baca juga: Strategy Kini Pegang 717.722 Bitcoin, Kuasai Tiga Persen Pasokan BTC
Tekanan Harga Bitcoin Picu Aksi Jual
Aksi jual ini terjadi di tengah koreksi tajam harga Bitcoin pada kuartal keempat 2025. Setelah sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$126.000 pada Oktober, harga Bitcoin turun hingga di bawah US$85.000 pada akhir periode tersebut.
Penurunan tersebut berlanjut hingga awal 2026. Hingga artikel ini ditulis (25/2/2026), Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$66.000. Sejumlah analis menilai sentimen pasar saat ini telah memasuki fase “extreme fear”, mencerminkan tekanan psikologis yang cukup dalam di kalangan pelaku pasar.

Sebagai catatan, institusi yang mengelola atau memiliki lebih dari US$100 juta dalam sekuritas tertentu diwajibkan melaporkan portofolio mereka setiap kuartal melalui formulir 13F kepada SEC. Laporan ini sering dijadikan acuan untuk membaca arah strategi investor besar.
Dalam data terpisah, Seyffart juga menyoroti bahwa Brevan Howard menjadi entitas yang paling besar mengurangi eksposurnya terhadap ETF Bitcoin. Perusahaan tersebut tercatat melepas saham ETF yang setara dengan lebih dari 17.000 BTC sepanjang kuartal keempat 2025.
Di sisi lain, BlackRock dan Fidelity masih menjadi penerbit dua ETF Bitcoin spot terbesar berdasarkan total dana kelolaan (AUM).
Tekanan jual terhadap ETF Bitcoin belum menunjukkan tanda mereda. Data SoSoValue mencatat bahwa 12 ETF Bitcoin spot mengalami arus keluar dana selama lima pekan berturut-turut. Pada pekan empat hari yang berakhir 20 Februari, total dana keluar mencapai sekitar US$316 juta atau setara Rp5,32 triliun.
Baca juga: Michael Saylor Beri Sinyal Strategy Siap Beli Bitcoin ke-100
