Peter Steinberger, kreator kerangka kerja agen akal imitasi (AI) OpenClaw, resmi melarang segala bentuk penyebutan Bitcoin maupun aset kripto di server Discord proyek tersebut. Aturan ini berlaku tanpa pengecualian, bahkan untuk penyebutan yang bersifat netral atau teknis.
Kebijakan tersebut muncul setelah OpenClaw, proyek open-source yang memungkinkan pembuatan agen AI otonom, melejit sejak akhir Januari dan mengumpulkan lebih dari 200.000 bintang di GitHub. Popularitas yang melonjak cepat itu ternyata juga menarik perhatian pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan momentum proyek untuk kepentingan spekulatif.
Dalam salah satu kasus terbaru, seorang pengguna dilaporkan diblokir hanya karena menyebut Bitcoin dalam konteks teknis, yakni penggunaan tinggi blok sebagai acuan waktu untuk eksperimen multi-agen. Steinberger menegaskan bahwa larangan tersebut memang sudah menjadi bagian dari aturan server.
“Kami memiliki aturan ketat di server yang Anda setujui saat masuk. Tidak boleh ada penyebutan kripto sama sekali,” tulis Steinberger di platform X.
Baca juga: AI Agent Buatan Developer OpenAI Tak Sengaja Transfer Memecoin Senilai Rp4 M ke Pengguna X
Hampir Terkubur Akibat Token Palsu
Larangan menyeluruh terhadap kripto ini tidak muncul tanpa alasan. Pada akhir Januari, OpenClaw nyaris terguncang akibat insiden yang melibatkan token palsu.
Masalah bermula ketika perusahaan AI Anthropic mengirimkan pemberitahuan merek dagang terkait nama awal proyek tersebut, Clawdbot, yang dinilai terlalu mirip dengan Claude milik Anthropic. Steinberger menyetujui rebranding menjadi OpenClaw.
Namun, dalam jeda singkat saat proses penggantian akun GitHub dan X, peretas berhasil mengambil alih akun lama proyek tersebut. Mereka kemudian mempromosikan token palsu bernama $CLAWD di jaringan Solana.
Token tersebut sempat melonjak hingga kapitalisasi pasar sekitar US$16 juta hanya dalam beberapa jam, sebelum akhirnya anjlok lebih dari 90 persen setelah Steinberger membantah keterlibatan apa pun. Investor yang masuk di fase akhir mengalami kerugian besar, sementara Steinberger justru menerima tekanan dan intimidasi dari trader yang merasa dirugikan.
“Kepada semua pihak di dunia kripto, tolong berhenti mengirim pesan dan mengganggu saya. Saya tidak akan pernah membuat koin. Setiap proyek yang mencantumkan saya sebagai pemilik koin adalah penipuan,” tulisnya saat itu.
Ia bahkan menyebut bahwa gelombang spekulasi token tersebut hampir menghancurkan proyek yang sedang berkembang pesat itu.
Baca juga: OpenAI dan Paradigm Uji Keamanan Smart Contract Ethereum Lewat EVMbench
Celah Keamanan dan Skill Berbahaya
Tekanan tidak berhenti pada token palsu. Peneliti keamanan dari perusahaan blockchain SlowMist serta auditor independen menemukan ratusan instance OpenClaw yang terekspos ke internet publik tanpa autentikasi memadai.
Masalah ini sebagian dipicu oleh asumsi model kepercayaan localhost yang tidak berjalan optimal ketika proyek dijalankan di balik reverse proxy. Selain itu, seorang peneliti menemukan 386 skill berbahaya, skrip tambahan untuk agen OpenClaw, yang dipublikasikan di repositori proyek. Banyak di antaranya secara spesifik menargetkan trader kripto.
Temuan tersebut memperkuat kekhawatiran Steinberger bahwa budaya spekulasi token dapat dengan cepat menyusupi proyek perangkat lunak yang sah, bahkan sebelum ekosistemnya matang secara keamanan.
Di tengah gejolak tersebut, Steinberger resmi bergabung dengan OpenAI untuk memimpin pengembangan agen AI personal. Ia juga mengumumkan bahwa OpenClaw akan bertransformasi menjadi proyek open-source berbasis yayasan independen.
“Apa yang saya inginkan adalah mengubah dunia, bukan membangun perusahaan besar. Bekerja sama dengan OpenAI adalah cara tercepat untuk membawa ini ke semua orang,” tulisnya dalam unggahan blog.
Meski sebagian pengguna mempertanyakan bagaimana kebijakan nol-kripto ini selaras dengan fakta bahwa CEO OpenAI Sam Altman merupakan salah satu pendiri World, tidak ada indikasi publik bahwa aturan Discord OpenClaw berkaitan langsung dengan kebijakan OpenAI.
Baca juga: DeepSeek Geser Grok dan ChatGPT, Jadi AI Paling Unggul di Kompetisi Trading Kripto
