Tiga platform berbasis Solana resmi menghentikan operasionalnya setelah insiden peretasan senilai US$27 juta atau sekitar Rp454 miliar pada akhir Januari 2026. Dana yang diretas tersebut dinyatakan tidak dapat dipulihkan, sehingga perusahaan tidak memiliki cukup ruang untuk melanjutkan bisnisnya.
Platform utama yang terdampak adalah Step Finance, yang dikenal sebagai portfolio dashboard dan agregator DeFi di Solana. Pada Senin (23/2/2026), Step Finance mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan seluruh kegiatan bisnis. Penutupan ini juga mencakup unit usaha di bawahnya, yaitu platform analitik NFT SolanaFloor serta protokol pinjaman dan yield Remora Markets.
Dalam pernyataan resminya, tim Step Finance menjelaskan bahwa mereka telah mencoba berbagai cara untuk menyelamatkan perusahaan, termasuk mencari pendanaan tambahan dan membuka peluang akuisisi. Namun, semua upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
“Setelah peretasan pada akhir Januari, kami telah mengeksplorasi setiap kemungkinan jalan ke depan, termasuk pendanaan dan peluang akuisisi. Namun, kami tidak dapat mengamankan hasil yang memungkinkan kelangsungan operasional,” tulis tim tersebut.
Karena tidak ada solusi yang memungkinkan, perusahaan akhirnya memutuskan untuk menghentikan seluruh operasionalnya secara efektif.
Baca juga: AI Agent Buatan Developer OpenAI Tak Sengaja Transfer Memecoin Senilai Rp4 M ke Pengguna X
Awal Mula Peretasan Step Finance
Peretasan terjadi pada 31 Januari 2026 ketika Step Finance melaporkan adanya pelanggaran keamanan pada sejumlah treasury wallet milik perusahaan.
Perusahaan kemudian bekerja sama dengan firma keamanan siber untuk melakukan investigasi. Berdasarkan laporan dari CertiK, sebanyak 261.854 SOL berhasil dicairkan atau unstaked dan dipindahkan dari wallet perusahaan. Pada saat itu, nilai aset tersebut diperkirakan mencapai US$27 juta atau sekitar Rp454 miliar.
Dampaknya sangat besar. Token native mereka, STEP, langsung anjlok hingga 96% hanya dalam beberapa hari setelah insiden terjadi. Setelah pengumuman penutupan operasional, harga STEP kembali turun 36% dan kini diperdagangkan di kisaran US$0,00058, menurut data CoinMarketCap. Padahal pada Agustus 2021, STEP sempat menyentuh harga tertinggi sepanjang masa di level US$10,20.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pengguna, tim Step Finance menyatakan tengah menyiapkan mekanisme buyback bagi pemegang token STEP berdasarkan data kepemilikan sebelum peretasan terjadi. Selain itu, pemegang rToken dari Remora Markets juga akan mendapatkan proses penebusan dana.
Penutupan tiga entitas sekaligus ini menjadi sinyal bahwa sektor DeFi di Solana sedang menghadapi tekanan. Berdasarkan data DeFiLlama, Total Value Locked (TVL) di ekosistem DeFi Solana saat ini berada di kisaran US$6,3 miliar atau sekitar Rp106 triliun. Angka tersebut turun sekitar 52% dibandingkan puncaknya pada September tahun lalu.
Di sisi lain, harga token SOL juga masih berada dalam tren penurunan. Saat ini, SOL diperdagangkan di kisaran US$78, turun 1% dalam 24 jam terakhir. Jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa di US$293 pada Januari 2025, harga SOL kini telah terkoreksi sekitar 74%.
Baca juga: Indeks Kripto Kembali Anjlok, Bitcoin Terseret ke US$64.000 di Tengah Tekanan Global
