bitcoin

Miner Bitcoin Ini Pindahkan 1.318 BTC Bernilai Rp1,5 Triliun di Tengah Tekanan Harga

Marathon Digital Holdings (MARA), perusahaan mining atau penambangan Bitcoin, tercatat memindahkan sebanyak 1.318 BTC senilai sekitar US$86,9 juta atau setara hampir Rp1,5 triliun dalam rentang waktu sekitar 10 jam di tengah penurunan harga kripto besar-besaran pada 6 Februari 2026.

Menurut data Arkham Intelligence, aset tersebut dikirim ke sejumlah pihak, termasuk perusahaan kredit dan perdagangan aset kripto serta layanan kustodian. Transfer terbesar mengalir ke Two Prime, sebuah perusahaan kredit dan trading aset kripto. Dalam satu transaksi utama, MARA mengirimkan 653,773 BTC dengan nilai sekitar US$42,01 juta, kemudian disusul pengiriman tambahan sebesar 8,999 BTC senilai sekitar US$578.000 hanya beberapa menit setelahnya.

Aktivitas wallet MARA. Sumber: Arkham Intelligence

Selain itu, MARA juga mengirimkan 200 BTC dan 99,999 BTC ke alamat yang diberi label sebagai milik BitGo, dengan total nilai sekitar US$20,4 juta saat transaksi dilakukan. Sementara itu, sekitar 305 BTC lainnya dipindahkan ke alamat baru yang belum memiliki riwayat transaksi sebelumnya, dengan nilai diperkirakan mencapai US$20,72 juta.

Pergerakan dana ini menarik perhatian pelaku pasar karena terjadi di tengah kondisi pasar aset kripto yang masih bergejolak. Sejak aksi jual besar yang dipicu oleh likuidasi posisi leveraged pada awal pekan ini, likuiditas pasar dinilai relatif tipis, sehingga setiap indikasi potensi tekanan suplai dari miner menjadi sorotan tersendiri.

Meski demikian, transfer dalam jumlah besar yang dilakukan oleh perusahaan penambangan tidak selalu mencerminkan aksi jual langsung di pasar spot. Aktivitas semacam ini kerap berkaitan dengan pengelolaan kas perusahaan, penyesuaian kustodian, pemindahan aset untuk jaminan (collateral), atau persiapan transaksi over-the-counter (OTC). Namun, dalam kondisi pasar yang sensitif terhadap suplai, pergerakan tersebut kerap ditafsirkan sebagai sinyal tambahan pasokan Bitcoin.

Perhatian pasar terutama tertuju pada pengiriman ke Two Prime, mengingat perusahaan tersebut berperan sebagai mitra kredit dan trading. Apabila BTC tersebut digunakan sebagai jaminan atau dialokasikan ke strategi tertentu, langkah ini tidak serta-merta berarti MARA akan melepas Bitcoin di pasar terbuka.

Baca juga: Pengamat: Mining Kripto di Indonesia Legal, Selama Sesuai Aturan

Tekanan Miner di Tengah Harga di Bawah Biaya Produksi

Transfer ini terjadi di tengah tekanan yang semakin berat bagi industri penambangan Bitcoin. Sejak mencapai puncak harga di atas US$126.000 pada Oktober tahun lalu, harga Bitcoin telah terkoreksi hampir 50 persen dan kini diperdagangkan di bawah estimasi rata-rata biaya produksinya di kisaran US$65.000.

Grafik bulanan BTC/USD. Sumber: CoinMarketCap

Data dari Checkonchain menunjukkan bahwa biaya rata-rata untuk menambang satu Bitcoin berada di kisaran US$87.000, sementara harga pasar terbaru sempat turun mendekati level US$60.000. Secara historis, fase ketika harga Bitcoin berada di bawah biaya produksi kerap dikaitkan dengan periode pasar bearish, yang berpotensi meningkatkan tekanan finansial bagi perusahaan penambangan.

Baca juga: 15 Situs Mining Crypto Gratis